Penutupan MTQ, PKL Panen Untung

Giri Menang – KM. Momen malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 Tingkat Provinsi NTB membawa berkah. Tidak saja berkah bagi sang juara, tapi juga hiburan gratis bagi pengunjung. Berkah yang paling dirasakan adalah bagi pedagang kaki lima (PKL), karena momen penutupan MTQ ke 28 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) ini, tidak disia-siakan oleh para PKL yng sengaj datang dari seluruh penjuru pulau Lombok.

Penutupan MTQ yang berlangung di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu malam (09/10/2019) ini, para PKL meraup untung cukup banyak. Untung mereka jauh lebih besar dan meningkat drastis pada gelaran MTQ sejak 2 Oktober lalu.

Seperti yang dituturkan Faruq, salah seorang dari puluhan PKL yang memanfaatkan momen penutupan MTQ dengan berjualan Sosis Bakar.

"Alhamdulillah, selama MTQ berlangsung, penghasilan saya meningkat drastis, jujur, ini MTQ yang membawa berkah," ujarnya.

Sebelum digelarnya MTQ, mahasiswa IKIP Mataram ini mengaku, biasa mangkal berjualan di Desa Jembatan Kembar – Lombok Barat. Limit waktu berjualan dari jam 20.00 pagi sampai pukul 22.00 dengan penghasilan Rp 200-300 ribu rupiah. Namun lelaki ini mengaku, dengan adanya MTQ, bisa dapat untung Rp 500-800 ribu rupiah dengan mulai berjualan setelah magrib sampai acara MTQ selesai.

Senada dengan Faruq. PKL lain seperti Sungken pun mengaku untung besar. Lelaki penjual es pelangi yang datang dari Majeti, Kecamatan Narmada ini, juga turut merasakan manfaat cukup besar dari gelaran MTQ.

Sungken mengaku, momen MTQ membawa berkah berupa rizki. Hari-hari biasa, es pelanginya dijual seharga Rp 10 ribu per biji. Untung bisa mencapai Rp 100-300 ribu.

“Sejak digelarnya MTQ ini, penghasilan saya meningkat menjadi 800-900 ribu per malam," syukurnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lobar, Agus Gunawan selaku koordinator stand pameran, bazar dan PKL menuturkan, event MTQ ke-28, bukan hanya menampilkan bakat qori-qoriah, melainkan juga dirangkai dengan menjajakan produk-produk lokal di 10 kabupaten/kota se NTB.

Sejak digelanya MTQ tanggal 2 Oktober lalu, kata Agus, stand pameran dan bazar berjumlah 16 stand. Stan ini terdiri dari 10 stand untuk kabupaten/kota se-provinsi NTB dan 6 stand dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabuoaten Lombok Barat. Stand ini trdiri dari Disperindag, Koperasi UMKM, Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Perpustakaan dan Dinas Kelautan.

“Stand-stand ini menyediakan produk-produk unggulan dari seluruh kabupaten/kota se NTB. Khusus untuk PKL, mereka berjualan di sebelah barat arena utama MTQ. Mereka datang berjualan sekitar 50 PKL dan tidak dipungut biaya," pungkas mantan Kasat Pol PP Lobar ini

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru