Mengenal BMT Insan Samawa

Sumbawa Besar, Tak Kenal Maka tak sayang ungkapan yang selalu terucap , mari kita mengenal apa KSU S BMT Insan Samawa yang berdiri sejak tanggal 13 Januari 2016 , berbadan Hukum No.93/BH/XXVII.7/11/2016 yang dinahkodai oleh H. RAI SAPUTRA, 09/09/2019.


H. RAI SAPUTRA ( kanan)

Sumbawa merupakan salah satu kabupaten dengan komposisi potensi yang sangat menjanjikan dalam pengembangan sumber daya manusianya. Kabupaten yang terkenal sebagai kawasan agraris ini, memiliki luas 11.556,44 km2, yang terdiri dari luas wilayah darat 6.643,98 km2 dan luas wilayah laut 4.912,46 m2 serta ditopang oleh struktur birokrasi yang terdiri dari 24 (dua puluh empat) wilayah kecamatan, 157 desa dan 8 kelurahan.

Dikatakan kawasan agraris karena ada sekitar 56.191 Ha (data 2014) kawasan lahan di Kabupaten Sumbawa dimanfaatkan sebagai lahan sawah, dengan sumbangsih terhadap Pendapatan Daerah Rasional Bruto (PDRB) bersamaan dengan sektor kehutanan dan perikanan sebesar 37,99% dari total PDRB atas dasar Harga Berlaku sebesar Rp. 10.233.461.000.000,11 pada tahun 2015 . Adapun dari sudut pandang demografis, Sumbawa memiliki proporsi penduduk dengan kualitas usia produktif (usia 15 – 65 tahun) adalah sekitar 65,46% dari seluruh jumlah penduduk Kabupaten Sumbawa yang totalnya 441.102 jiwa (data tahun 2015). Berkaitan dengan perekonomian daerah, selain sumbangsih dari sisi pertanian, kehutanan dan perikanan sebagaimana disebut di atas, sektor perdagangan (khususnya perdagangan besar & eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor) juga memberi kontribusi terbesar kedua bagi daerah yakni sebesar 15,41 % dari dari total PDRB Kabupaten Sumbawa tahun 2015. Sedangkan laju pertumbuhan riil PDRB menurut lapangan kerja, menunjukkan pada tahun 2015 kategori informasi dan komunikasi menunjukkan laju pertumbuhan tertinggi yakni 9,47 % yang disusul oleh kategori jasa keuangan dan asuransi sebesar 9,07%. Adapun untuk kategori pertanian dan perdagangan serta industri pengolahan yang dikenal sebagai basis wirausaha, yang merupakan potensi penyumbang pendapatan terbesar daerah serta yang erat kaitannya sebagai subjek pemanfaat sumber daya alam, masing-masing menyumbang laju pertumbuhan menurut lapangan usaha hanya 4,81 %, 5,33 % dan 3,60 % (data tahun 2015).

Melihat konteks pemaparan data di atas, maka dapat dilihat betapa kondisi komoditas wilayah Kabupaten Sumbawa yang dominan menunjang pendapatan daerah, hanya menyumbang sepersekian kecil saja dalam sumbangsih atas lapangan usaha. Bahkan yang terkait ekonomi kreatif berbasis industri pengolahan jumlah sumbangsih pertumbuhan menurut lapangan usaha lebih kecil lagi, padahal kontribusinya akan pemanfaatan potensi daerah baik sumber daya manusia maupun alam sangat maksimal jika diberdayakan secara tepat. Oleh karena itu,

menyikapi konteks realita ini, didirikanlah sebuah lembaga bernama Koperasi Serba Usaha Syariah (KSU S) Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Insan Samawa yang menerapkan konsep tata pelaksanaan muamalah murni syariah, mengembangkan suatu program pendataan dan pemberdayaan komunitas wirausaha secara terarah dan profesional, untuk mengejar ketertinggalan wirausaha lokal serta mensupport mereka dalam konteks maintenance kualitas dan kuantitas produksi hingga pemasaran yang dapat diterima baik di pasar lokal maupun internasional. Lembaga yang juga fokus melakukan kemitraan dengan pengusaha-pengusaha lokal yang sudah matang usahanya, namun kesulitan akses modal yang berskema adil dan baik (syariah) berdasar akad bagi hasil maupun jual beli. Untuk mensupport program pengembangan potensi wirausaha di Kabupaten Sumbawa ini, maka pihak BMT Insan Samawa bekerjasama dengan lembaga perkumpulan pengusaha seperti Kamar Dagang & Industri (Kadin), yayasan pengusaha serta komisi ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Sumbawa dalam mensupport permodalan berbasis profesional dan terarah. Kemitraan yang diharapkan menjadi sinergisitas dalam membangun pengusaha lokal yang kuat dan tangguh menghadapi persaingan yang mampu berusaha dan berikhtiar dengan ditopang permodalan berkah berbasis syariah. Selain menopang pengusaha, pelayanan juga akan difokuskan untuk pembiayaan berbasis murni syariah yang dialokasikan untuk aparatur sipil negara (ASN).Hal ini penting guna memberi pilihan bagi mereka dalam memenuhi kebutuhan konsumtif mendesak, namun memimpikan dapat terpenuhi melalui skema syariah murni. Sebagai bentuk tanggung jawab spiritual mereka dalam menggapai kesempurnaan hidup beragama (konteks agama Islam). Hal lain yang dapat menjadi pertimbangan penting untuk mensupport sektor ini adalah karena mengingat potensi ASN di Kabupaten Sumbawa yang mencapai 7.000 an ASN dengan tenaga fungsional seperti guru dan tenaga kesehatan yang melebihi separuhnya (tingkat pendapatan/ tunjangan yang memiliki sumber lebih banyak), sangat prospektif dilayani dengan skema murni syariah (tingkat penganut agama Islam mencapai 90%) walau fasilitas kredit di lembaga keuangan lain masih berjalan. Selama diperhatikan analisis aspek resiko mitigasi yang tepat, melalui kerjasama dengan juru bayar gaji institusi terkait, sektor pembiayaan kepada ASN tetap menjadi hal yang menjanjikan.

Oleh karenanya, fasilitas support pembiayaan murni syariah di Kabupaten Sumbawa menjadi potensi yang masih sangat menjanjikan, mengingat hampir belum adanya lembaga murni syariah yang fokus seperti BMT Insan Samawa di Kabupaten Sumbawa dalam menjamin kesyariahan bagi para customer nya, serta lembaga yang juga mampu menyasar pengawasan peningkatan kualitas produk UMKM terarah dalam mewujudkan masyarakat ekonomi syariah yang mandiri dan mampu berdaya saing, yang merupakan salah satu framingyang coba dibangun BMT Insan Samawa dalam mensyiarkan eksistensinya.

TUJUAN 1. Mengembangkan bisnis berbasis kemitraan yang saling menguntungkan berbasis skema syariah, 2. Memediasi lembaga pendanaan dari luar untuk berinvestasi di daerah (khususnya Kabupaten Sumbawa) dengan pendekatan basis usaha lokal yang mengutamakan pengolahan sumber daya lokal, 3. Meningkatkan kemandirian material maupun spiritual bagi para pelaku usaha di daerah khususnya Kabupaten Sumbawa melalui sistem pembiayaan berbasis pemberdayaan dan edukasi keagamaan, 4. Menciptakan peluang usaha bersama yang hasilnya dapat dikontribusikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. 5. Memberikan pilihan bagi masyarakat untuk bermuamalah murni syariah.

CAKUPAN PROGRAM Adapun cakupan dari program bersama ini adalah: 1. Kemitraan bersama antra Lembaga Pendanaan Luar, Lembaga Keuangan Syariah, Komunitas Pengusaha dan Pengusaha Muslim dalam membangun usaha bersama yang berbasis profesional dan kuat, 2. Pembiayaan pengusaha lokal yang berbasis sumber daya lokal, 3. Penguatan permodalan dan kapasitas usaha pengusaha di Kabupaten Sumbawa berbasis permodalan syariah, 4. Pemasaran yang berbasis jaringan maupun teknologi untuk menopang peningkatan omset secara signifikan, 5. Pembentukan karakter pengusaha lokal yang beorientasi pemasaran nasional bahkan internasional. 6. Memberi pilihan pembiayaan murni syariah untuk kebutuhan konsumtif bagi ASN yang ingin menyempurnakan kebaikan agamanya. MENGENAL SUBJEK PROGRAM 1. KSU S BMT Insan Samawa Lembaga yang dilatarbelakangi keinginan para pendiri untuk mewujudkan Lembaga Keuangan yang Murni Syariah dan menyentuh pembiayaan usaha pada basis sektor real/ nyata, dengan melandaskan operasional transaksi berbasis konsep muamalah yang di tuntunkan Rasulullah SAW melalui Syariat Allah SWT. Di samping itu, keberadaan BMT juga dicita-citakan untuk memajukan ekonomi umat berbasis pemberdayaan pengusaha kecil dan menengah guna mewujudkan pengusaha yang mandiri dan berdaya saing serta memiliki kesadaran berusaha untuk menyempurnakan ketaatan kepada Allah SWT. Didirikan pada tanggal 31 Oktober 2015 dengan legalitas berupa akte nomor 08 tanggal 13 Januari 2016 dan berdasarkan Surat Keputusan Bupati nomor 93/BH/XXVIII.7/II/2016. Adapun visi dan misi serta struktur organisasi adalah sbb.: a. Visi BMT Insan Samawa Menjadi lembaga keuangan murni syariah dan lembaga yang mewujudkan umat yang mandiri, baik material maupun spiritual. b. Misi BMT Insan Samawa • Menjalankan praktek-praktek muamalah yang sesuai tuntunan qur’an dan hadist • Memajukan kualitas anggota baik dari sisi bisnis maupun spiritual • Menyalurkan pembiayaan dengan program pemberdayaan berbasis syariah • Menjunjung tinggi nilai-nilai syariah universal • Memfasilitasi kemajuan siklus perekonomian umat melalui mekanisme pemasaran produk dari umat untuk umat. c. Informasi Umum Nama Pemohon: No.SK Pendirian KSU Syariah BMT Insan Samawa 93/BH/XXVIII.7/II/2016 Bidang Usaha: Serba Usaha Syariah Alamat Usaha: Jl Setia Budi No.12. A (Gedung Islamic Center Sumbawa), Kel. Seketeng, Kab. Sumbawa, Sumbawa Besar, NTB. No. Telpon: 081998944842 Legalitas a. Akte Pendirian No. 08 tanggal 13 Januari 2016 b. SIUP: 771/SIUP/DP,PTSP/PK/2018 c. TDP: 23.02.2.47.41165 d. NPWP: 86.135.352.2.913.000 Dewan Pengawas Syariah: a. Faisal Salim, S, Ag. (Ketua Dewan Perwakilan Daerah Muhammadiyah Kab. Sumbawa, Pengurus Masjid Agung Kab. Sumbawa) b. Drs. Ahmad Syaichu Rauf (Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kab. Sumbawa, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kab. Sumbawa) c. Joni Sutarman, LC. (Ketua Umum Yayasan Al Khairiyah, Pengampuh Pondok Abu Bakar Al Islamy Kab. Sumbawa) Dewan Pengurus a. Ketua : Rai Saputra, SIP. b. Sekretaris : Alif Hayat, S, Pd. c. Bendahara: Muhammad Ahwan, S, Pt. Pengeloa Lembaga a. Divisi Pembiayaan Syariah: Muslimin, SE. b. Divisi Pemberdayaan UMKM: Jaka Saputra S, Pd. c. Divisi Baitul Mal: Alif Hayat, S,Pd. d. Divisi Toko Sembako: Vera Eka Junida e. Admin: Eka Sukmawati, A,Md. PROGRAM-PROGRAM Beberapa program-program utama yang diselenggarakan dalam rangka kerjasama kedua lembaga ini adalah sebagai berikut: 1. Pembiayaan berbasis skema murni syariah di sektor UMKM Program ini diselenggarakan sebagai wujud keprihatinan terkait minimnya mekanisme pembiayaan berbasis murni syariah yang menyentuh sektor real dalam memberikan solusi kebutuhan dan pengembangan usaha masyarakat di Kabupaten Sumbawa. BMT Insan Samawa sebagai lembaga yang sudah mengawali program inisejak 2,5 tahun yang lalu. Beberapa skema pembiayaan murni syariah yang ditawarkan kepada UMKM-UMKM tersebut adalah: a. Piutang Murabahah dan Ijarah • Piutang Murabahah adalah piutang barang yang disiapkan BMT Insan Samawa kepada pedagang / konsumen sesuai kebutuhan modal atau kebutuhan konsumtif, dimana harga jual adalah harga beli ditambah margin (keuntungan) yang pembayarannya dapat dicicil sesuai kemampuan. • Piutang Ijarah adalah piutang atas dasar jasa yang diberikan oleh Pihak BMT kepada konsumen yang membutuhkan fasilitas jasa atas berbagai keperluan seperti kebutuhan sekolah anak, biaya kesehatan di rumah sakit, jasa pembangunan rumah, dsb. dengan mekanisme pembayaran berupa harga pokok jasa ditambah ujroh yang ditetapkan diawal melalui sistem pembayaran sesuai kemampuan. • Beberapa customer sudah difasilitasi menggunakan skema ini, beberapa di antara nya fasilitasi kebutuhan akan isi toko sembako, kebutuhan akan sarana prasaran usaha, kebutuhan sekolah dan kesehatan hingga kebutuhan konsumtif bagi pengusaha maupun pegawai seperti pembelian handphone, prasarana rumah tangga, sepeda motor, dsb.


Bulog Mitra Kerjasama

Adapun diagram pembiayaan murabahah dan Ijarah adalah sbb.: Cudstomer 1 4 BMT 2 3 Agen Penyedia Barang dan Jasa Keterangan: 1. Customer mengajukan permohonan pembiayaan baik kebutuhan akan barang maupun jasa kepada BMT. BMT kemudian menganalisis kebutuhan yang diajukan, kemampuan, karakter serta legalitas pemohon. Setelah disetujui terkait dasar keempat aspek tersebut serta model pembayarannya, maka BMT menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan. 2. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pemohon, BMT bekerjasama dengan lembaga supplyer/ agen barang serta penyedia jasa yang terkait kebutuhan pemohon untuk pengadaan kebutuhan tersebut, yang mana BMT membayar secara tunai kepada penyedia tersebut untuk kepemilikan akan barang dan jasa secara penuh. 3. Pihak agen menyerahkan atau mengakui kepemilikan barang dan jasa kepada/ atas BMT sebagai pihak yang telah membeli dan menguasai secara penuh kepemilikan barang dan jasa. 4. BMT menjual kepada pemohon barang/ jasa tersebut dengan mekanisme penetapan harga berupa harga pokok ditambah margin/ keuntungan dengan mekanisme bayar per mingguan bagi pengusaha UMKM, per bulan bagi Pegawai dan pengusaha dengan pengajuan dalam jumlah besar hingga pembayaran dengan sistem bayar per enam bulan bagi pengusaha dengan permohonan untuk kebutuhan usaha tertentu seperti pertanian. • Adapun untuk tingkat margin/ ujroh yang ditetapkan dari setiap transaksi murabahah/ ijarah adalah berdasarkan jangka waktu dengan rincian sbb.: 0 - 1 th 2 th 3 th 4 th 5 th 6 th 7 th 8 th 15% 25% 35% 40% 55% 60% 65% 70% Keterangan: Margin atau Ujroh yang ditetapkan sesuai persentase di atas dikali jumlah pokok total permohonan pembiayaan pemohon. Misal pengajuan oleh seorang pegawai negeri untuk beli mobil seharga Rp. 100 juta untuk jangka waktu 8 tahun. Maka total pembayaran pokok dan keuntungan adalah Rp. 170.000.000,- dengan mekanisme pembayaran sebesar Rp. 1.770.833,- per bulan. • Untuk fasilitas pembiayaan berbasis murabahah dan Ijarah, terkait mekanisme seleksi dan analisis permohonan, untuk pemohondari lingkup pengusaha, BMT akan berkoordinasi dengan YSMB selaku pihak komunitas pengusaha yang memiliki database pengusaha-pengusaha baik dan kredibel di Kab, Sumbawa.

Cek dan ricek juga dilakukan ke mitra pengusaha maupun instansi terkait seperti kelurahan/ desa, Diskoperindag Kab. Sumbawa, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) wilayah Kab. Sumbawa serta tetangga terdekat juga akan dimaksimalkan. Adapun untuk pembiayaan konsumtif bagi pegawai, maka BMT akan berkoordinasi dengan instansi terkait tempat bekerja pegawai, khususnya bendahara instansi. Hal ini untuk mengamankan penyaluran pembiayaan karena terkait dengan besaran income, skema pemotongan gaji dan jumlah fasilitas kredit di lembaga lain. • Untuk informasi, berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Kab. Sumbawa, jumlah pegawai negeri di Kab. Sumbawa adalah 7.000 orang dan sumber daya manusia yang terlibat dalam usaha berbasis swasta baik di sektor pertanian, perdagangan maupun industri pengolahan adalah sekitar 60.500 orang dari total jumlah penduduk Kab. Sumbawa sebesar 441.000 jiwa (data statistik tahun 2015) dengan jumlah umat muslim di atas 90%. Artinya potensi untuk penyaluran pembiayaan berbasis syariah masih sangat tinggi. Dari total jumlah kedua potensi sumber daya manusia tersebut (total 67.500 orang), BMT menguasai pangsa pasar 1% saja, maka akan diperoleh potensi customer sebanyak 675 orang. Jika asumsi per customer pengajuan Rp. 10 juta untuk kebutuhan konsumtif ataupun modal, maka akan diperoleh besaran plafon total sebesar Rp. 6.750.000.000,-.

Berdasarkan asusmsi ini, maka jika pengajuan rata-rata pemohon 2 tahun, maka akan diperoleh analisis sbb.: No Jenis Pembiayaan Besaran Plafon (Rp) Jangka Waktu Margin Margin Total (Rp) 1 Murabahah/ Ijaroh 6.750.000.000,- 24 bulan 25% 1.687.500.000,- Keterangan: • Berdasarkan analisis di atas, maka jika diasumsikan tingkat kelancaran bayar per bulan sebesar 95% dari total pengangsur, maka laba yang bisa diperoleh per bulan adalah 1.687.500.000,-/ 24 = 70.312.500,- * 95% = Rp. 66.796.875,- • Foto-foto prosesi akad dan realisasi pembiayaan murabahah/ ijarah b. Pembiayaan Mudharobah& Musyarokah • Pembiayaan Mudharobah adalah jenis pembiayaan yang diberikan kepada pihak yang membutuhkan dana usaha, dimana 100% modal berasal dari BMT Insan Samawa sebagai pemilik modal (shahibul maal) dengan pembagian keuntungan sesuai dengan nisbah bagi hasil yang telah disepakati dalam akad perjanjian mudharobah. • Pembiayaan Musyarokah adalah jenis pembiayaan yang diberikan kepada pihak yang membutuhkan dana usaha, dimana antara BMT Insan Samawa dan Nasabah masing-masing memberikan kontribusi dana. Pembagian keuntungan dari hasil usaha akan dibagikan sesuai dengan porsentase bagi hasil yang telah disepakati dalam akad perjanjian musyarokah. • Beberapa rencana program yang dikembangkan dengan mekanisme pembiayaan berbasis musyarakah dan mudharabah ini adalah sbb.: a. Pembiayaan di sektor permodalan Jagung di Kecamatan Labangka 1. Latar Belakang Labangka adalah salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Kab. Sumbawa. Potensi lahan tanam yang luas, iklim yang mendukung, sumber daya manusia yang memadai serta daya dukung pemerintah dalam memfasilitasi sarana dan prasaran untuk penjualan hasil, menjadikan Labangka sebagai salah satu Kecamatan Primadona di Kab. Sumbawa. Namun dalam praktek pengelolaan lahan pertanian Kecamatan dengan Luas 243,08km2 yang didiami 9.540 jiwa ini, praktek pinjam meminjam dengan basis bunga dan pemberian pinjaman bibit dan bahan tanam serta modal tanam dengan pengembalian yang menetapkan bunga yang sangat tinggi. Masyarakat Labangka yang 94% merupakan petani terkadang kesulitan untuk mengakses modal yang betul-betul dapat menguntungkan mereka, karena para pemilik modal yang ada memberikan jenis pinjaman kepada mereka dengan sistem berat sebelah. Di mana pihak pemodal yang cenderung mengambil untung secara maksimal tanpa memperhatikan kondisi hasil usaha jagung serta kelangsungan usaha petani. Sehingga kesejahteraan petani pun cendrung tidak mengalami perbaikan. Untuk itu Lembaga Keuangan Syariah, seperti KSU Syariah BMT Insan Samawa perlu menjawab persoalan ini dengan solusi-solusi yang realistis melalui konsep Muamalah Syariah. Salah satunya dengan menawarkan program musyarakah wal murabahah yang melibatkan empat pihak; Pemilik Modal/ investor, BMT Insan Samawa sebagai Mediator, Pelaksana Maintenance Lapangan dan Petani sebagai pengelola/pengguna jasa/barang modal. Sinergisitas pihak dengan konsep berbagi hasil yang diharapkan mampu memaksimalkan fungsi semua pihak untuk saling support dan saling mengawasi. 2. Model Bisnis Investor 1 6 BMT InsanSamawa 2 5 Pelaksana Maintenance 3 4 Petani Keterangan: 1. Investor mempercayakan dana nya kepada pihak BMT untuk dikelola secara syariah melalui mekanisme investasi terikat di sector pembiayaan modal petani Labangka (tahap awal 100 petani) dengan perjanjian kerja sama/ musyarakah. 2. BMT Insan Samawa sebagai Lembaga Mediator memfasilitasi pemilihan mitra pelaksana maintenance sebagai pihak yang mengadakan bahan tanam yang siap menyalurkan ke petani dengan mekanisme jual beli dan jual jasa tanam. Pihak pengelola ini akan dianalisis secara professional dan akan dimintai modal penyertaan dan jaminan. 3. Mitra/ pelaksana maintenance lapangan menyediakan bahan kebutuhan dan jasa tanam serta menseleksi petani-petani yang membeli bahan kebutuhan tanam dan jasa tanam tersebut serta jumlah kebutuhan tanam sesuai arahan aparat desa maupun tokoh masyarakat setempat, dengan system bayar berupa pokok dan keuntungan/ jasa setelah panen. Pihak pelaksana ini juga bertanggungjawab mengkawal proses produksi usaha tanam petani sehingga hasil panen mereka maksimal, karena dalam konteks bagi hasil usaha, pihak inilah yang memperoleh bagi hasil terbanyak, yakni 60% (enam puluh persen). 4. Pada saat panen, petani akan membayar sejumlah pokok dan laba/ jasa sesuai kesepakatan dengan pihak pelaksana lapangan BMT dalam akad murabahah salam dan akad jasa tanam (ijarah), 5/6. Hasil penjualan dari panen tersebut akan dihitung bersama oleh pihak BMT dan Pelaksana Project/ maintenance, berapa komponen pokok usaha dan berapa laba bersih setelah dikurangi biaya operasional, dll. Setelah diperoleh, maka baru dibagi hasilkan antara ketiga belah pihak sesuai porsi resiko dan usaha (seperti yang disepakati dalam akad musyarakah), yakni investor: BMT: Pelaksana = 15%; 25%: 60%. 3. Prospek Usaha a. Harga pokok tanam @ Ha dan Harga Jual No Bahan Kebutuhan @ Ha Nominal Rp. (@ Ha) Total (Rp.) HargaJual KebutuhanBarang (KonteksMurabahah; Salam) 1 Glisofat 5 Lt 58.000/ Lt 290.000/ 5 Lt 350.000 2 Lindomin/ sejenis 1 Lt 72.000/ Lt 72.000/ Lt 85.000 3 Bibit 1 dus (20kg) 1.500.000/ dus 1.500.000/ dus 1.900.000 4 Pupuk (Urea & NPK non subsidi) 400 Kg 280.000/ 50Kg 2.240.000/ 400 Kg 2.530.000 5 SelektifSistemik (herbisida) 1 Lt 320.000/ Lt 320.000 / Lt 335.000 Total Kebutuhan per Ha danHargaJual 4.422.000 5.200.000 KebutuhanJasaTenagaKerja (KonteksakadIjarah) 6 JasaTanam 20 org 60.000 (@ org) 1.200.000 1.400.000 7 JasaPanen 20 org 60.000 (@ org) 1.200.000 1.400.000 Total KebutuhanJasa Per Ha danHargaJual 2.400.000 2.800.000 Total KebutuhanTanam Per Ha danHargaJual 6.822.000 8.000.000 Kesimpulan: • Dengan asumsi di atas, jika tahap awal akan mensupport 70 petani (sekitar lahan garapan 30 Ha; dengan asumsi lahan garapan per petani 2 sd 3 Ha), maka Modal yang dibutuhkan adalah Rp. 6.822.000,- * 200 Ha = Rp. 1.364.400.000,- dengan porsi penyertaan modal Investor : pelaksana project/ maintenance = Rp. 1.239.400.000,- : Rp. 125.000.000,- • Dengan perhitungan di atas, maka keuntungan yang dapat diperoleh per Ha dari Usaha Permodalan Tanam Jagung adalah Rp. 1.178.000,-. Sehingga untuk total 200 Ha adalah Rp. 235.600.000,- untuk sekali masa panen (dengan periode tanam di mulai Bulan November hingga berakhir penjualan setelah Panen Raya maksimal Bulan Juni setiap tahun). Pembayaran dilakukan saat panen oleh Petani kepada pelaksana lapangan di mana proses jual beli hasil di lokasi dikawal oleh pelaksana maintenance lapangan dan dipantau KSU Syariah BMT Insan Samawa. 4. Perhitungan Bagi Hasil Berdasarkan skim bagi hasil yang diilustrasikan di atas, maka diperoleh besaran bagi hasil untuk masing-masing pihak per satu kali masa panen jagung (masa +/- 6 bulan) adalah sbb.: Investor : BMT : Pelaksana Project = 15:25:60 % = Rp. 35.340.000 : 58.900.000 : 141.360.000,-. 5. Foto-foto progress usaha b. Program Investasi untuk Usaha Kerang Mutiara di Pulau Bungin 1. Latar Belakang Salah satu bisnis yang menjanjikan di Kabupaten Sumbawa adalah jual beli kerang mutiara. Dalam konteks potensi mutiara sendiri, Indonesia merupakan salah satu negara eksportir mutiara terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan potensi kelautan Indonesia yang luas, sebagai media kelangsungan hidup mutiara. Tercatat dalam rentang waktu2013 hingga 2015 Indonesia telah menghasilkan 5,4 – 7,5 ton mutiara, dengan persentase ekspor sebesar 60% ke Hongkong, 30% ke Jepang, 5% ke Eropa dan 5% ke Amerika Serikat. Berbicara mengenai potensi mutiara sebagai salah satu komoditas penopang pendapatan negara, maka hal yang menarik untuk dikaji sebagai salah satu bisnis penopang usaha tersebut adalah media hidup mutiara yakni kerang. Beberapa wilayah yang memiliki kondisi teluk menjorok ke dalam dengan arus tenang mencoba mengembangkan skema pembudidayaan kerang.


Universitas Teknis Sumbawa ( UTS) Mitra Kerja

Salah satunya adalah wilayah yang mengembangkan bisnis ini adalah Kabupaten Sumbawa. Di Kabupaten yang terkenal dengan agrobisnisnya ini, terdapat satu daerah bernama Pulau Bungin, yang terletak di bagian utara Kabupaten Sumbawa. Wilayah desa yang memiliki sekitar 4.400 penduduk ini terdapat sekitar 6% petani yang fokus pada usaha budi daya kerang. Rata-rata petani memiliki 2 (dua) jalur basis budidaya di garis pantai dengan masing-masing jalur terdapat 100 kantung. Per kantung berisi 24 hingga 30 pcs kerang dengan panjang kerang berkisar antara 5 – 6 cm. Sehingga per petani berpotensi dapat memanen kerang per 6 (enam) bulan adalah 2.400 pcs kerang siap jual, dengan harga per cm Rp. 2.000 (harga 1 pcs Rp. 10.000; asumsi panjang kerang 5 cm). Adapun dalam konsep bisnis yang ditawarkan dalam skema ini adalah model jual beli kerang berjangka pendek, di mana pihak mitra BMT Insan Samawa yang dipercaya membeli sekitar 30.000 pcs per bulan dengan kategori kerang berukuran 5 hingga 6 cm atau sebesar Rp. 300 juta, untuk kemudian dibudidaya selama waktu maksimal 2 (dua) bulan hingga mencapai panjang di atas 7 cm (dengan harga jual per cm setelah ukuran 7 cm adalah Rp. 2.750,-), kemudian dijual kembali ke perusahaan-perusahaan mutiara kapasitas besar seperti PT Otori, Bima Sakti Mutiara dan PT. Sakti Mutiara dengan minimal pengambilan 20.000 pcs yang semuanya berlokasi cabangnya di kawasan Provinsi NTB. Dengan mekanisme ini diperoleh laba binsis yang cukup menjanjikan untuk digarap secara serius dan profesional. 2. Mekanisme dan Potensi Bisnis

Dalam hal ini, ada tiga pihak yang terlibat, yakni investor, BMT dan Pengumpul kerang yang bertugas sebagai traddersekaligus budi daya kerang selama 2 bulan. Sebelum menganalisis skema bagi hasil, maka terlebih dahulu mengaji tentang potensi bisnis dari skema ini. Adapun prospeknya sebagai berikut: No Jenis Komoditas Harga Beli @satuan (ukuran 5 cm; @cm Rp. 2000,-) Harga Beli Total (Rp) Harga Jual @ satuan pasca 2 bulan (ukuran 7cm; @cm= Rp 2.500) Harga Jual Total (Rp) Laba (Rp) 1 Kerang Layak Panen (usia 5 bulan) sebanyak 30.000 pcs Rp. 10.000,- 300.000.000 Rp. 17.500 525.000.000 225.000.000 Keterangan: Dari mekanisme bisnis di atas, maka diperoleh gambaran laba usaha yang cukup besar dari usaha jual beli usia pendek kerang mutiara di Pulau Bungin. Jika saja diambil standar eror hingga 20% dari jumlah 30.000 kerang yang dapat dipanen pasca 2 bulan atau sekitar 24.000, maka masih diperoleh hasil jual Rp 420.000.000,- atau laba 40% dalam 2 bulan. Besaran keuntungan yang cukup besar. 3. Gambaran Bagi Hasil Dengan mengacu pada analisis di atas, maka besaran rasio bagi hasil per 2 Bulanuntuk masing-masig pihak dapat diberikan sesuai dengan resiko dan usaha dengan bagi hasil investor:BMT:pengelola=20:30:50%. Jika digunakan patokan laba yang berstandar eror 20%, maka dari laba Rp. 120.000.000,-, bagi hasilnya adalah Rp. 24.000.000: 36.000.000: 60.000.000,-. c. Pendataan dan Peningkatan Potensi serta Pemberdayaan UMKM 1. Latar Belakang Program ini menjadi salah satu program unggulan BMT Insan Samawa dalam mewujudkan visi dan misi nya.


Usaha lain KPS Syariah BMT Intan Samawa

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan keagamaan lembaga menuju tercapainya pengusaha mandiri baik dari sisi material maupun spiritual. Beberapa program yang sudah dijalankan adalah: a. Pelatihan manajemen untuk UMKM b. Mediasi proses pengurusan izin/ legalitas usaha UMKM c. Mediasi penelitian produk UMKM dengan akademisi dalam rangka mencapai kualitas produk yang mampu diterima pasar modern, d. Support kelayakan untuk kualitas, kuantitas dan pacaging, e. Support pemodalan untuk pendukung usaha berupa investasi di sektor kemasan, mesin maupun bahan baku, f. Mediasi produk dengan pasar modern. Mekanisme dari program ini sendiri adalah dengan menseleksi UMKM-UMKM yang memiliki potensi yang bagus baik dari sisi karakter, sumber daya manusia dan kualitas produk untuk di start up menjadi lebih baik lagi dan pemasarannya mampu menyentuh pasar nasional maupun internasional. Salah satu contoh produk UMKM unggulan yang akan dikembangkan BMT Insan Samawa adalah Annisa Cake & Brownies di mana model kerjasamanya adalah dengan membuka station bakery halal dan tayyib di Kota Sumbawa, dengan maksud memberi pilihan kepada masyarakat Kab. Sumbawa yang didominasi Muslim di tengah menjamurnya toko kue non muslim. Dengan adanya toko kue ini, diharapkan mampu menarik minat masyarakat Muslim yang ingin mencari jajanan yang terjamin halal dan baiknya. Dalam pembahasan ini akan difokuskan pada pemaparan sample UMKM toko kue halal dan tayyib Annisa Brownies. 2. Rencana Kebutuhan Bakery Muslim No Item Kebutuhan Harga Satuan (Rp) Total (Rp) Keterangan 1 Sewa Ruko (5 tahun) 30.000.000 150.000.000 2 Renovasi Tempat 25.000.000 Interior & Eksterior 3 Perlengkapan a. Meja Hidangan b. Set Meja+Kursi Customer (20 set) c. Air Conditioner (2 pcs) d. TV e. Neon Box f. Spanduk g. Wifi 7.000.000 700.000 2.500.000 7.000.000 14.000.000 5.000.000 2.500.000 1.500.000 500.000 750.000 4 Alat-alat dan Mesin 50.000.000 Alat Produksi 5 Lain-lain 10.000.000 TOTAL 266.250.000 3. Model Bisnis dan Skim Bagi Hasil Terkait dengan mekanisme bisnis, dalam skema start up bakery msulim ini akan melibatkan 3 pihak, yakni investor, BMT dan Pengelola Annisa Brownies. Gambaran bisnisnya adalah sbb.: No Kapasitas Produksi/ hari Biaya Produksi & Operasional (Rp) Target Penjualan Harian (Rp) Total Penjualan (Rp) Laba Harian (Rp) 1 10 kotak brownies 800.000 500.000 1.500.000 700.000 2 10 kotak cake 500.000 3 50 cup puding 250.000 4 50 pcs kue 250.000 Keterangan: Dari gambaran analisa di atas, maka diperoleh laba per bulan dari investasi di bisnis bakery muslim adalah Rp. 17.500.000,- (asumsi hari aktif 25 hari). Maka dengan gambaran ini skema bagi hasil per bulan antara investor:BMT dan Bakery adalah 15:25:60% = Rp. 2.625.000: 4.375.000: 10.500.000,-. Di mana pihak pengelola juga dapat menyicil investasi per bulan sebesar Rp 5 jta. Sehingga penyelesaian pembiayaan investasi berakhir kurang lebih 5 tahun. Adapun terkait monitor keuangan, untuk memaksimalkan transparansi keuangan harian mupun bulanan, maka manajemen keuangan produksi maupun penjualan akan dibuat standar oleh pihak BMT. 4. Foto-foto Produk Annisa Brownis dan UMKM lainnya STRUKTUR PERMOHONAN PEMBIAYAAN& AGUNAN 1. Struktur Permohonan Pembiayaan Dalam rangka mensupport beberapa program tersebut di atas, maka dibutuhkan pendanaan di masing-masing sektor degan rincian sebagai berikut: No JENIS PROGRAM SKEMA PEMBIAYAAN Rasio Bagi Hasil Investor dan BMT Insan Samawa Plafond (Rp) 1 Pembiayaan Berbasis Murabahah dan Ijarah Mudarabah 20% : 80% 1.300.000.000,- TOTAL 1.300.000.000,- 2. Agunan Pembiayaan NO Jenis Agunan Nilai Agunan Coverageagunan 1 Sebidang Tanah Sawah dengan LT. 93 are lokasi di Kel. Lempeh, Kec. Sumbawa, Kab. Sumbawa an. Rai Saputra (Ketua Pengurus) Rp. 1.395.000.000,- 100 % Keterangan: a. Lokasi tanah sawah berada di wilayah tengah kota, dekat Bandara Sumbawa dan 100m dari lokasi pemukiman penduduk, b. Kondisi lahan sawah produktif dengan akses pengairan yang sangat layak, c. Kepemilikan tanah an. Ketua Pengurus BMT Insan Samawa, d. Dasar penilaian jaminan adalah berdasar penilaian lembaga independen yang dibiayai pemerintah yang menilai lokasi sekitar lahan ketika pembebasan lahan ujung landasan bandara terkait program perpanjangan landasan bandara pada tahun 2018 dengan nilai Rp. 25 juta per are, e. Coverage nilai jaminan terhadap pengajuan pembiayaan adalah 100%, PENUTUP

Demikian pemaparan penawaran program kerjasama antara KSU S BMT Insan Samawa dalam kontribusi di bidang ekonomi dan sosial kemasyarakatan berbasis Islam. Semoga kebersamaan semua stakeholders yang dapat terlibat dalam mekanisme ini dapat berkontribusi sesuai bidang dan fungsi masing-masing. Sumbawa Besar, 25 Juni 2019 KSU S BMT INSAN SAMAWA KABUPATEN SUMBAWA Rai Saputra, SIP. Alif Hayat, S,Pd. Ketua Dewan Pengurus Sekretaris Dewan Pengurus Dewan Pengawas Syariah H. Faisal Salim , S,Ag.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru