Mengunjungi Pusat Pengolahan Rajungan Di Lombok Barat.

Kimsekotongnews.com,-Mungkin ada yang belum mengetahui bahwa hasil olahan rajungan NTB,sudah di pasarkan hingga Pulau Jawa dan Bali.

Pusat pengolahan hewan laut sejenis kepiting tersebut, salah satunya terdapat di Dusun Puyahan Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

Crab Salman,demikianlah nama tempat usaha pengolahan rajungan, dengan karyawan berjumlah 30 orang.

Para karyawan yang bekerja di tempat ini seluruhnya adalah kaum perempuan,yang merupakan warga Dusun Puyahan.

"Salah satu tujuan awal usaha pengolahan rajungan di Crab Salman, adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja.Khususnya bagi ibu-ibu yang ada di Dusun Puyahan,"kata Salman Al-Farisi,sang pemilik usaha Crab Salman,ketika media ini berkunjung ke rumahnya.Sabtu (31/08/2019).

Ia juga mengungkapkan,bahwa faktor SDM juga turut mendukung,dimana para karyawan yang bekerja di tempat usahanya ini sebelumnya, telah memiliki kemampuan mengolah kepiting.
Hal itu di sebabkan oleh letak Dusun Puyahan yang berada di daerah pesisir Pantai Cemare,Lembar Lombok Barat.

Jarak dusun ini sekitar 1 Km dari bibir Pantai Cemare.Sedangkan dari area Pelabuhan Lembar, berjarak kurang dari satu kilometer.

Salman juga menceritakan,bahwa usaha pengolahan rajungan mulai di gelutinya sejak tahun 2012.

Berawal dari menjadi seorang pengepul rajungan hasil tangkapan para nelayan.Ia menjalaninya selama satu tahun.Kemudian ada seorang kenalannya dari Dompu,memberikan modal dan kepercayaan untuk memasok rajungan ke pabrik-pabrik.

Daging rajungan olahan Crab Salman, di konsumsi dan di jual ke perusahaan dan juga hotel.Di samping itu,daging olahan crab salman di jual hingga ke Jakarta,Surabaya,Probolinggo dan beberapa kota di Pulau Bali.

Usaha Pengolahan rajungan ini telah dapat mempekerjakan sekitar 30 orang karyawan,serta memiliki sebuah cabang usaha. Sang pemilik juga berencana untuk mengekspor hasil usahanya ke negara Malaysia.

"Saya sedang mengurus ijin untuk bisa mengekspor olahan rajungan ke negara Malaysia,"ungkap Salman.

Dari penuturan salman mengenai kendala usaha yang di hadapinya,Ia mengatakan masih terkendala pada terbatasnya lahan sebagai tempat usaha,serta tempat pengemasan rajungan yang belum ada di NTB.

Sehingga Ia berharap kepada pemerintah,supaya dapat menyediakan tempat pengemasan rajungan di NTB seperti yang terdapat di Pulau  Jawa dan Bali.

Selain mengolah daging rajungan,limbah rajungan tersebut juga di olah menjadi pakan.

Di tempat pengolahan rajungan ini mampu menghasilkan sekitar 3 -4 kwintal setiap hari.
Sedangkan sistem penjualan masih di lakukan  secara online.(jfr).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru