Harga Tembakau Anjlok Petani Resah

Para petani tembakau di Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur resah akibat merosotnya harga tembakau pada musim panen tahun 2019 ini. Kondisi tersebut seperti yang dirasakan para petani di Desa Rensing Bat

Para petani setempat resah sebab harga tembakau kering  terus merosot sejak dua pekan terakhir.

Saat ini harga tembakau kering yang sudah di oven daun pemetikan pertama dan kedua berkisar Rp 700 ribu per kuintal, atau turun drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencapai kisaran harga Rp 2  juta rupiah per kuintal.

Sementara untuk daun atas berkisar Rp 1.5 juta per kuintal jauh merosot dari harga sebelumnya yang mencapai kisaran Rp 3 hingga 4 juta perkuintal.

Salah satu petani tembakau, Amaq angga mengaku tidak mengetahui pasti penyebab anjloknya harga tembakau musim ini, harga tembakau tiba-tiba anjlok begitu saja.

Harga tersebut tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk bibit, tanam serta pembelian obat-obat hingga perawatan.

Meski kualitas daun hasil panen cukup baik, karena sebagian besar petani sudah memasuki pemetikan yang ketiga dan keempat," katanya

Kami berharap pemerintah turun tangan dengan kembali menstabilkan harga tembakau agar petani dapat merasakan hasil manis saat musim panen, Harapnya

Kondisi ini membuat petani khawatir, sebab penurunan harga ini bisa mengancam pendapatan petani atau bahkan mengalami kerugian yang cukup besar.

Para petani mengaku hanya bisa  pasrah. Mereka pun berniat akan memanen tembakau hingga pemetikan terakhir, sambil berharap harga tembakau kembali naik hingga masa panen berakhir. 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru