Pemkab Lombok Barat, Ukir Prestasi Sebagai TPID Berprestasi


Giri Menang, KM. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat kembali ukir prestasi. Kali ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) daerah ini, brhasil meraih penghargaan sebagai TPID Berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan pada ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (25/07/2019) kemarin.

“Ya, Lombok Barat ditetapkan bersama Kota Mataram dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam kategori TPID terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua,” papar juru bicara Pemkab. Lombok Barat, H.Saeful Akhkam, Jumat (26/07/2019) di Giri Menang Gerung.

Menurut Akhkam, penghargaan tersebut langsung diberikan kepada Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla. Kala itu, Fauzan didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hj. Lale Prayatni.

Seperti yang dikutip dari Lale, Akhkam menyampaikan, penghargaan ini sudah lama di tunggu-tunggu. Dan hari (kemarin,red) Kamis (26/07/2019) penghar itu sudah didapatkan. Anugerah ini paling bergengsi untuki kawasan Indonesia Timur. Diharapkan, pada masa mendatang, TPID Lombok Barat harus tetap mempertahankan capaian tersebut.

Seperti dialognya via ponsel bersama Lale Prayatni, Akhkam mengemukakan, pemkab harus terus menjalankan road map yang sudah disusun, meningkatkan sinergitas antar OPD, dan selalu berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia untuk mewujudkan inflasi yang rendah dan stabil. Tetap berinovasi dalam rangka mengendalian inflasi.

"Capaian ini adalah kerja kita bersama untuk memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Lombok Barat," papar Lale dalam dialognya dengan Akhkam.

Dalam menilai TPID yang berprestasi dan berkualifikasi terbaik, penilain diberikan dengan indikator yang terdiri dari 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Koordinasi dan komunikiasi yang efektif antar unsur dalam TPID.

Menurut Lale, Wakil Presiden Yusuf Kalla dalam sambutannya, mengapresiasi capaian 15 TPID yang meraih penghargaan. 15 TPID dari 542 TPID se Indonesia tersebut, telah melakukan aneka upaya yang mampu memberikan dampak pada stabilitas harga. 15 daerah itu adalah Deli Serdang, Tanjung Pinang, dan Provinsi Bengkulu untuk wilayah Sumatera. Untuk wilayah Jawa-Bali, anugerah diberikan kepada Bandung, Kediri, dan DKI Jaya. Untuk wilayah Kalimantan, diberikan kepada Mahakam, Samarinda, dan Provinsi Kaltim. Sedangkan untuk wilayah Sulawesi, diberikan untuk Poluwatu, Palopo, dan Provinsi Gorontalo. Lombok Barat, Mataram, dan Provinsi NTB, diberikan untuk kawasan Nusra-Maluku-Papua.

Menurut Jusuf Kalla, dalam mengendalikan inflasi, pemerintah daerah cukup mengacu pada indeks harga konsumen (IHK) yang menjadi dasar perhitungan inflasi. Pengendalian juga harus dilihat dalam jangka waktu tertentu. Jusuf Kalla juga meminta, pemerintah daerah sering melakukan sweeping ke pedagang dan produsen jika harga naik.

Menurut Akhkam, Untuk Lombok Barat, inflasi saat ini masih berada di bawah inflasi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu 0,44 persen, lebih tinggi dari provinsi yang mencapai 0,51 persen.

Komuditas yang mempengaruhi inflasi itu ada pada batu bata, bawang merah, dan daging ayam ras. Secara umum, inflasi secara komulatif tetap ditekan sampai angka 3,5 persen, terutama akibat harga pada komuditas cabe, telur, bawang daging ayam, dan beras. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru