Dana Bumdes Terus Mengalir, Dividen Lenyap Di Papan Informasi

KM Bali 1, Dompu-Fakta di sejumlah Desa bahwa, Pendadapatan Asli Desa (PAD) yang bersumber dari Bagi Hasil Keuntungan (Dividen) BUMDes masing -  masing Desa tidak dicantumkan di papan pengumuman Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang biasanya terpasang di depan Kantor sekretariat Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat.
Hal ini menimbulkan pertanyaan publik mengingat dana Suntikan modal untuk Bumdes terus dianggarkan oleh APBDes di setiap Desa dengan besaran yang bervariasi mulai dari Rp. 50.000.000,- hingga ratusan juta rupiah per tahunnya.
“Anggaplah pendapatan bagi hasil dari BUMDes 1 Juta pertahun, itu pendapatan bersih. Untuk PAD minimal sebesar 20 persen”, ungkap Marwan, salah seorang petugas pendamping Bumdes Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Dompu saat ditemui di ruang kerjanya Kamis, (11/7) pekan lalu.
Pembagian keuntungan bumdes tersebut diatur oleh Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Bumdes itu sendiri. Masing -  masing Desa jelas Marwan, memiliki AD/ART BUMDes sendiri - sendiri. “namun intinya tidak jauh beda”, jelas Marwan.
Namun sayangnya, berdasarkan pantauan langsung Koran Kampung Media Dompu di sejumlah Desa seperti beberapa Desa di Kecamatan Woja, Dompu dan beberapa Desa di Kecamatan Manggelewa dan Pekat, tahun 2019 ini Belum dijumpai Papan publikasi APBDes desa tersebut yang mencantumkan PADes yang bersumber dari Bagi hasil keuntungan (Dividen) BUMDes pada tahun sebelumnya.
Padahal, diketahui dipasangnya papan informasi tersebut bertujuan sebagai transparansi Pemdes dalam pengelolaan APBDes kepada warganya. ”Miris kami rasa kalau ada yang seperti itu, setahu saya kalau disisi laporan mereka (Pemdes_red) semua ada pendapatan”, ungkap Marwan yang juga dibenarkan oleh rekan sejawatnya. 
Seharusnya menurut Marwan, AD/ART yang disepakati melalui rapat itu menjadi pegangan bagi Pemdes dalam mengelola BUMDes-nya masing-masing. Setiap Dividen dari BUMDes harus masuk dalam Kas Desa dan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), “PADes itu seharusnya dicantumkan di Papan Informasi Desa”, tegasnya.
Sebagai Pembina termasuk sebagai pengawas kata Marwan, pihaknya tetap mewanti-wanti kepada pihak Pemdes untuk menertibkan manajemen BUMDes dalam hal ini pengurusnya sebelum menyuntikkan modal. Sehingga kedepan pengelolaan BUMDes dapat lebih dipertanggungjawabkan.
Sementara itu di tempat berbeda, Ketua Forum BUMDes Indonesia di Kabupaten Dompu Taufik membenarkan bahwa banyak Desa yang belum menertibkan system manajemen pengelolaan BUMDes nya masing-masing.”memang harus diakui manajemen BUMDes belum sempurna dan cara pengelolaannya juga belum bagus”, ungkap Taufik.
Ketua Forum BUMDes Indonesia yang juga menjabat sebagai Kades Desa Doro Kobo Kecamatan Kempo saat diwawancarai usai bertemu Bupati Dompu di Gedung Parenta ini menilai, masih banyak Desa yang tetap menyuntikkan dana segar untuk BUMDes namun dana tersebut kadang digunakan oleh pengurus untuk kepentingan pribadi. Selain itu, kendala yang dihadapi dalam pengelolaan Dana BUMDes ini juga adalah karena masyarakat yang diberikan fasilitas kredit lunak melalui dana BUMDes, namun enggan untuk mengembalikan.
“Banyaklah BUMDes ini uangnya dipakai dulu (oleh pengurus_red) untuk kepentingan pribadi walaupun itu tetap diganti kan, kadang – kadang mereka beri pinjaman ke para petani tapi tidak kembali itu susahnya”, tutur Pak Kades yang akrab disapa Opik ini.
Meski demikian, Opik membantah pendapat yang mengatakan bahwa semua Desa mengalami persoalan dalam Pengelolaan BUMDes. Dirinya mengklaim bahwa pengelolaan BUMDes di Desanya cukup baik dan terus menghasilkan keuntungan. 
Lebih rinci Taufik mengungkapkan Bidang usaha yang saat ini digeluti oleh BUMDes Desa Doro Kobo yakni bidang transportasi dengan memanfaatkan Bantuan Kendaraan Bus Mini yang diserahkan Pemda Dompu beberapa bulan lalu, kini telah meraup keuntungan lebih kurang 6 Juta Rupiah. Menurutnya keuntungan tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun anggaran 2019. “Khusus Desa Dro Kobo sekarang ini, dengan adanya bantuan Bus Mini juga dari Bupati ini, luar biasa lah, sampai hari ini lumayan lah, ada sekitar lebih kurang 5 atau 6 Juta lah. Baru beberapa bulan ini”, tuturnya.
Disinggung mengenai pencantuman Pendapatan Asli Desa melalui BUMDes pada papan informasi APBDes Desa Doro Kobo, Taufik menjelaskan bahwa dirinya merupakan Kades baru yang juga bertanggungjawab terhadap pengelolaan BUMDes yang bergerak di bidang usaha yang baru pula. Sehingga Pendapatan Asli Desa dari BUMDes tahun 2018 lalu belum mencantumkan dalam APBDes 2019 ini.
Namun dirinya berjanji, sebagai Kades akan mencantumkan PADes yang bersumber dari Dividen BUMDes ke papan informasi APBDes tahun berikutnya. “kalau untuk tahun kemarin, saya ini kan Kades baru, tapi untuk tahun 2019 ini pasti masuk di papan informasi, dan harus”, tegasnya.[Oz]
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru