Tuak Manis Instan Produk Desa Aik Bual


Pemanfaatan sumber daya alam sebagai salah satu peningkatan ekonomi masyarakat sekitar merupakan salah satu langkah yang tepat, seperti yang telah dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani yang berada di Desa Aik Bual Kaki Gunung Rinjani.

Masyarakat mendapatkan Air Nira dari Pohon Aren yang berada di Hutan Kemasyarakatan Lindung (HKmL). Pemanfaatan HkmL dilakukan secara berkelompok dengan pembagian lahan sesuai dengan kemampuan setiap petani. Air Nira terbaik akan menghasilkam Gula Semut yang dapat dikelola masyarakat dan dipasarkan.

Berbagai produk yang dihasilkan d
ari Air Nira, yakni gula semut dan gula merah, saat ini telah berkembang inovasi kemasan dan peroduk instan yang dapat dikonsumsi masyarakat dengan sekali minum. Winarti yang merupakan bagian pemasaran menjelaskan pada tahun 2016 masyarakat Desa Aik Bual mempunyai ide untuk dapat memasarkan gula semut secara instan yang kemudian diberi nama “Tuak Manis Instan”.

Tuak Manis Instan yang dijual dengan harga Rp. 10.000 banyak diminati oleh wisatawan. “Banyak yang menuturkan dan bertanya sebenarnya apa ya tuak manis instas? Nah mulai saat itu menjadi viral dan kita sudah menjual di toko oleh – oleh” jelas Winarti di stand UKM acara Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) tingkat Provinsi NTB tahun 2019 di Hotel Lombok Raya,(04/04).

Masyarakat tidak perlu khawatir untuk
mengkonsumsi Tuak Manis Instan, produk ini telah memiliki  izin PIRT dari Dikes NTB, Izin halal, Informasi Nilai Gizi dan Setrtifikat Nasional “Kita sudah terdaftar dan Gula semut ini benar – benar dihasilkan dari alam yang lestari” Jelasnya.

Informasi Nilai Gizi yang tergandung dalam Gula Semut takaran satu bungkus (100 gram) terdapat energi total 420 Kal, Energi dari lemak 375 Kkal, Lemak Total sebanyak 0 %, Protein sebanyak 2 % dam Karbohidrat total 92 %.

Dengan mengkonsumsi dan membeli Gula semut anda sudah ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian air di hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Rinjani dan membantu peningkatan ekonomi masyarakat Kelompok Wanita Tani di Desa Aik Bual Kaki Gunung Rinjani. (ely – Tim Media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru