Bukit Mantar Tingkatkan Pendapatan Warga

Sumbawa Barat. Diskominfo - Destinasi Pariwisata Bukit Mantar selain menyediakan destinasi pilihan bagi masyarakat Sumbawa Barat dan wisatawan luar, rupanya Destinasi ini juga sangat membantu beberapa warga dalam meningkatkan pendapatannya, diantara warga yang merasakan langsung peningkatan pendapatan tersebut adalah Masdin (35), Ia adalah penduduk asli mantar yang sehari-hari bekerja serabutan dan sebagai petani.

Sejak menikah, Ia tidak mempunyai pekerjaan dan pendapatan tetap, hanya berharap dari hasil panen yang tidak menentu musimnya. “Apapun yang saya bisa saya kerjakan demi menghasilkan uang saya kerjakan untuk menghidupi istri dan dua anak saya, saya juga seorang petani.” Ungkap Masdin.

Tetapi, lanjut masdin, hasil pertanian yang dipanen nya paling banyak dua kali dalam setahun itupun tidak menentu karena di desa Mantar kesulitan air sehingga hanya air hujan yang bisa diandalkan oleh para petani.

Masdin mengaku, dengan mulai dibukanya Destinasi pariwisata Mantar ini dia merasa bahagia karena bisa berusaha berdagang walaupun dengan modal sedikit. Bukan hanya Masdin yang merasa bahagia, bahkan beberapa warga yang rata-rata kesulitan dalam ekonomi di Mantar merasakan hal yang sama.

Dari hasil dagang kecil-kecilan di lokasi Pamanto tempat para wisatawan menikmati pemandangan indah tersebut, Masdin telah bisa membeli tenda untuk disewakan kepada para wisatawan yang ingin menginap di Mantar. “Saya Sudah satu bulan menyewakan tenda, sebelumnya berdagang kecil-kecilan, alhamdulillah saya bersyukur dengan adanya destinasi mantar ini.” Kata Masdin.

Sekarang Masdin sudah mempunyai tiga tenda sendiri yang disewakan permalam seharga Rp100 ribu, Masdin juga memegang tenda teman-temannya yang dititipkan ke Masdin. Setiap malam minggu masdin mendapat banyak pendapatan karena banyak yang datang dari luar KSB dan menginap di Mantar.

“Kalau malam minggu banyak pengunjung dan sangat ramai bisa katakan jumlahnya sekitar 200 pengunjung untuk setiap malam minggu dan saya mendapat untung sekitar Rp1 juta, demikian juga teman-teman lain yang berdagang dan menyewakan tenda. kalau hari lain ya sekitar Rp300 ribu.” Kata Masdin.

 Masdin berharap kepada pemerintah agar Mantar ini lebih dipoles lagi, spot foto diperbanyak, akses jalannya juga diperbaiki sehingga akan banyak wisatawan yang akan mengunjungi setiap minggu dan nantinya Mantar bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah.

Masdin juga ingin pemerintah KSB, khususnya pemerintah desa untuk menertibkan parkir motor dan mobil karena selama ini belum tertib, dan juga Masdin berharap ada yang mengurus sampah yang berceceran di mantar.

“Kami di sini sudah berusaha membersihkan sampah, tetapi tidak cukup kalau kami saja karena keterbatasan kami hanya membersihkan di area pamanto ini saja, dengan adanya pengelola sampah, air dan parkir maka Mantar akan indah.” Kata Masdin. (Feryal/tifa)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru