Pariwisata Sokong Kebangkitan Ekonomi NTB

Provinsi NTB menyimpan potensi yang sangat besar untuk bangkit paska gempa bumi. Menyikapi hal ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menyelenggarakan Diseminasi Kajian Ekonomi Regional yang bertajuk Pariwisata dan Momentum Kebangkitan Ekonomi NTB. 
 
Pada awal acara, Achris Sarwani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, mengatakan: "Ekonomi global kondisinya tidak seperti yang diharapkan dan ekspor nasional ternyata terpengaruh terhadap kondisi global tersebut. Provinsi NTB yang menderita kerugian kurang lebih Rp18 Triliun akibat gempa harus bangkit dan menggali potensi yang sangat besar di bidang pariwisata."

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, dalam sambutannya mengatakan: "Paska kesulitan karena gempa beberapa waktu yang lalu, kita harapkan dapat menjadi stimulus untuk berlari kencang. Hal yang penting di tengah kondisi global yang tidak mudah adalah harus mandiri dengan segala potensi dan keunikan".

Wahyu Ari Wibowo, panelis yang merupakan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB mengatakan: "Kenaikan Fed Fund Rate_l mempengaruhi apresiasi mata uang USD terhadap sejumlah mata uang dunia, yang dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan ekspor. Namun masih ada sejumlah tantangan struktural yang harus diatasi."  

Ir Ridwan Syah, MM, M.Sc. MTP, Kepala Bapedda NTB mengemukakan: "Sektor perumahan dan ketenagakerjaan adalah yang paling terdampak dalam gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu". "Menyikapi hal ini Prov. NTB saat ini memiliki tagline untuk bangkit paska gempa yaitu GEMILANG (Growth, Environment, Manpower, Industrialization, Low Enforcement, Administration Reform, Networking, dan Governance)". Selain pengembangan ITDC, dalam 5 (lima) tahun depan Provinsi NTB akan fokus pada desa wisata dan peningkatan kebersihan," ungkap Ridwan Syah. 

"Sejumlah aspek hukum perlu di-review untuk peningkatan pariwisata, seperti Perda No. 7 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan yang belum memasukkan sinergi dengan kebijakan mitigasi bencana padahal Provinsi NTB merupakan daerah rawan bencana," ungkap Dr. Muh. Risnain, Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Dari diskusi yang berlangsung dapat ditarik sebuah benang merah bahwa kondisi makro ekonomi di Provinsi NTB akan berbalik menguat kembali pasca gempa bumi melalui percepatan program di sektor pariwisata, pertanian, dan industri pengolahan. Selain itu, diperlukan sejumlah komitmen dari berbagai aspek dalam mewujudkan NTB GEMILANG, dan aspek hukum seperti Perda atau Pergub diperlukan dalam percepatan pembangunan paska gempa dan implementasi desa wisata. (nov) 
Picture: internet

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru