Ekspor Meningkat, Impor Menurun di NTB Juni 2018

Data terbaru yang di rilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, untuk keseluruhan ekspor pada bulan Mei 2018 mencapai angka 75,44 persen, Jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Peningkatan ekspor Mei 2018 meningkat,  sehingga penambahan angka mencapai 30,52 persen. Sementara impor turun drastis 63,61 persen, jika dibandingkan bulan Mei kemarin.

"Kita menginginkan ekspor mengalami peningkatan dan impor mengalami penurunan, ini yang selalu kita harapkan. Sehingga neraca perdagangan menjadi baik,"ungkap Kepala BPS Provinsi NTB Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM saat menyampaika rilis data terbaru, Senin (16/7) kemarin.

Ia mengungkapkan, untuk ekspor menurut komoditas meskipun barang tambang menjadi peran utama ekspor NTB, tetapi ekspor dalam bentuk non tambang seperti gandum-ganduman harus ditingkatkan meskipun jagung menjadi andalan.

"Untuk perhiasan dan permata belum bisa kita andalkan sepenuhnya, sebab Juni 2018 ekspor perhiasan turun drastis,"ungkap perempuan asal Jawa tersebut.

Sedangkan untuk impor pada April sampai Juni 2018 terus mengalami penurunan dan Ekspor meningkat "impor kita masih dominan digunakan untuk kebutuhan tambang, seperti mesin dan alat-alat berat,"tuturnya.

Tiga besar jenis barang impor Juni 2018 adalah kembang gula, karet dan mesin-mesin mekanik. Perubahannya menurun ke angka 15,14 persen jika dibandingkan dengan bulan kemarin. Neraca perdagangan impor di NTB jauh lebih rendah jika dibandingkan tahun kemarin.

"Impor yang tidak kita kehendaki adalah impor barang konsumsi, alhamdulilah semakin menurun. Akan tetapi impor bahan baku dan barang tambang akan meningkatkan investasi kita," jelasnya. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru