Alat Dapur Tradisional Semakin Diminati

Berawal dari hobi menganyam bambu serta daun pandan yang dikeringkan, Wai Kurai menyulap olahan tangannya menjadi beberapa kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Tak jarang beberapa orang yang mengetahui hasi karyanya tersebut tertarik untuk memilikinya. Saat ini, banyak peminat bakulan tradisional seperti tempat nasi yang sengaja datang ke rumahnya untuk memesan atau sekedar untuk membuatkan sesuatu yang dikehendaki.

Berbagai jenis kerajinan, mulai dari tempat sirih, tempat nasi, dan lain sebagainya bisa dibuatnya. Ia mematok harga mulai dari puluhan ribu, tergantung jenis pesanan dan kesulitan dalam pembuatannya. “Ada juga yang cuma Rp 20 ribu, juga sesuai kesulitan dalam pembuatan,” jelasnya, di kediamannya Desa Tarlawi, Wawo, Bima.

Anyaman tradisional sangat langka terutama aun pandan sebagai bahan baku yang digunakan, kata wai Kurai, menurut dia, sangat jarang didapati lagi di wilayahnya."Sebagian kami datangkan bahan dari luar tarlawi, terutama dari kawasan Lambitu" ujarnya kepada KM Rasanae barat

Menurutnya, jenis pandan doro itu diyakini memiliki khasiat tertentu dalam kepercayaan masyarakat adat tarlawi “Selain khasiat yang dipercaya, biasanya karena nilai seninya,” tambahnya.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru