Terasi Istimewa Khas Jerowaru

Rahim laut adalah sumber kehidupan bagi masyarakat nelayan. Ragam biota laut menjadi alternatif utama dalam mengasah hidup mereka. Berbagai jenis ikan dan udang di laut membuat para nelayan sibuk dengan alat penangkapan tradisional  hingga peralatan modern. Namun pada masyarakat nelayan di Jerowaru, Lombok Timur, mereka tidak hanya terfokus membawa hasil tangkapan mereka ke pasar pelelangan ikan atau pada juragam ikan. Mereka pun memiliki keahlian dalam  mengolah hasil laut untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Termasuk bahan-bahan yang bisa dijadikan bumbu masakan seperti terasi.

Menjelajah di Dusun Jor Jerowaru, bau ikan dan udang menyengat pada hidung. Hal ini menjadi suatu terjemahan kalau masyarakat pesisir di wilayah ini menggantungkan hidup dari rahim laut. Namun bila kita lebih jauh menjelajah di sela-sela perkampungan ini, ternyata kreatifitas warga masyarakat di wilayah ini juga ditonjolkan oleh usaha pembuatan terasi udang.

“Produksi terasi udang di Jerowaru telah ada semenjak dulu,” kata Basuki Rahman (20 tahun) selaku warga Jerowaru. Kenyataannya, hampir setiap rumah memiliki usaha pembuatan terasi.

Hanya saja rata-rata produk terasi udang di wilayah ini belum memiliki merk, namun sebagian sudah  memiliki Izin Industri Rumah Tangga (IRT). Meskipun demikian , rasa terasi udang di wilayah ini tergolong bagus dan cepat laris di Pulau Lombok.  “Buatan terasi di sini cukup bagus dan kalau ukuran Lombok termasuk paling bagus,” kata Basuki.  Selain itu, ternyata model pembuatan terasi Jerowaru tidak menggunakan  pengawet, dan tanpa pewarna bahkan tanpa garam.

“Masing-masing warga di sini tidak sekedar membuat terasi. Mereka memilih udang yang bagus, lalu digiling, hingga membuatnya pasta dan proses melakukan pengeringan.” Kata Ismail (35 tahun), warga setempat. Inilah proses pembuatan terasi di Jerowaru sehingga mampu mengahsilkan produk yang berkualitas dan teristimewa di Lombok.

Ismail lebih lanjut,  “Komposisi terasi udang Jerowaru hanya terdiri dari udang masin tanpa campuran apapun. Warga di sini tidak mencampur dengan pewarna, pengawet dan juga pitsin seperti terasi-terasi kebanyakan.” Hal ini pula yang membuat terasi udang Jerowaru memiliki aroma khas dan sangat lezat. Tentu bagi penderita alergi pitsin, pewarna dan pengawet, akan merasa aman jika mengkosumsi terasi buatan Jerowaru.

Harga terasi udang Jerowaru dapat terjangkau oleh kondisi ekonomi masyarakat. Adapun terasi udang khas Jerowaru dijual dengan Harga 70/rb perkilo. Tetapi bila sudah berada di di pasar-pasar tradisional, tentu harganya berbeda. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru