Kopi Belut Dari Lombok Timur

Masyarakat Lombok cukup terkenal dengan penikmat kopi hitam. Dimana pun kita bertamu, sajian kopi hitam selalu setia mendampingi. Tapi bukan hanya itu, masyarakat Lombok kini kreatif dalam mengembangkan jenis minuman yang bertajuk kopi, seperti kopi kedelai dan kopi belut. Khusus untuk kopi belut, hasil produksinya banyak ditemukan pada masyarakat yang ada di Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur.

Kopi belut merupakan salah satu jenis industry rumahan yang banyak digeluti oleh masyarakat Kilang. Jenis minuman kopi ini memiliki rasa yang unik, yaitu beraroma belut. Jenis kopi ini bukan berasal dari biji kopi, melainkan terbuat dari belut, sehingga warga desa setempat yang ada di Desa Kilang menamakan kopi belut.

Proses pengolahan kopi belut berbeda dengan kopi hitam biasa. Lebih awal, belut harus dibersihkan, dan selanjutnya melalui proses penjemuran hingga benar-benar kering. Setelah itu, digoreng kering, dan ditumbuk sampai halus.

Kelebihan atau manfaat kopi belut ini cukup banyak, khususnya untuk kesehatan. Hanya saja, masyarakat pengelola kopi belut yang ada di Desa Kilang kesulitan dalam hal pemasaran. Hal ini dikarenakan belum adanya standar penetapkan harga oleh pemerintah maupun Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terhadap industry rumahan. Selain itu, para pengusaha kopi belut yang ada di desa ini belum memiliki sertifikasi halal. Dalam hal ini tentu sangat diharapkan kepada pemerintah setempat atau instansi terkait dalam membantu masyarakat Desa Kilang, khususnya untuk proses penetapan harga dan pelabelan pada kemasan kopi belut buatan masyarakat Kilang. []

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru