Melalui PMTB, Meningkatkan Investasi Masa Depan Provinsi NTB

Upaya menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi dalam meningkatkan nilai investasi melalui kegiatan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tahun 2018 kepada Badan Pusat Statistik (BPS) di seluruh Indonesia, BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan workshop terkait survei disagregasi PMTB di Provinsi NTB. Kegiatan yang dihadiri oleh kepala OPD terkait lingkup Provinsi NTB dan beberapa pelaku usaha lainnya ini berlangsung di Transmart Mataram, Selasa (20/03/18).

Dalam sambutannya, Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD selaku Sekretaris Daerah Provinsi NTB mengatakan, dengan adanya survei disagregasi PMTB, dapat memberikan informasi tentang sejauh mana gambaran permodalan dan kapasitas fiskal NTB, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam pertumbuhan permodalan di NTB, terus mengalami peningkatan. Misalkan, di sektor infrastruktur, pariwisata dan pertanian di NTB sudah semakin kuat.

“Untuk gubernur selanjutnya, tidak perlu khawatir karena permodalan kita di sektor infrastruktur dengan tingkat kemantapan jalan sudah mencapai 90%,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, Rosiady juga berharap kegiatan PMTB akan dapat memberikan gambaran kepada Provinsi NTB, bagaimana perkembangan sektor-sektor dan pembentukan permodalan yang dapat meningkatkan nilai investasi di Provinsi NTB.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga narasumber dari OPD terkait, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB, Lalu Abdul Hadi Faishal, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Farid Faleteha dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Aryadi, M.S.i. Masing-masing narasumber menjelaskan peningkatan nilai investasi di bidang perhotelan, otoritas jasa keuangan dan penanaman modal yang terus dikembangkan dalam meningkatkan investasi di NTB ke depannya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BPS Provinsi NTB, Dra. Endang Tri Wahyuningsih, M.S.i, mengatakan kegiatan PMTB merupakan salah satu prioritas nasional, diharapkan  iklim investasi di Provinsi NTB terus mengalami perubahan.

“Pembentukan Modal Tetap Bruto dalam perekonomian NTB ini meningkat sampai angka 35,5 % , sedangkan untuk harga berlaku, kita mencapai 44 triliyun data terbaru 2017. Ada 17 sektor yang akan di hasilkan oleh survei PMTB, di antaranya; sektor pertanian, pertambangan, pariwisata dan lain-lain,” jelasnya.

Adapun tujuan dari kegiatan survei PMTB yang dilakukan oleh BPS NTB ini adalah untuk memperoleh gambaran PMTB di Indonesia menurut jenis barang modal, lapangan usaha, dan sektor institusi, serta meningkatkan kualitas data neraca nasional lain yang terkait dengan Investasi.

Sedangkan manfaat PMTB bagi pemerintah adalah sebagai pengambil kebijakan untuk meningkatkan iklim investasi. Kemudian manfaat bagi dunia usaha, dapat menentukan arah kebijakan usaha yang bernilai investasi. (man/angga)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru