Semangat Warga Menjadi Buruh Tani Di Musim Hujan

KIMBOLO.INFO—Pagi nan cerah. Aku duduk depan Sekretariat KIM/KM Bolo sambil menikmati secangkir kopi hitam yang disuguhkan gratis dari tetangga. Lalulalang kendaraan di pagi itu, cukup melelahkan mata melihatnya. Namun di antara kesibukan itu, ada yang menarik untuk di ambil hikmahnya.

Kebisingan suara para buruh tani, begitu terdengar di jalan Negara Lintas Sumbawa, dekat perbatasan Desa Rasabou-Tambe, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Propinsi NTB, Minggu kemarin.

Setelah pandangan diarahkan ke mereka, cukup terlihat kumpulan buruh tani (laki dan perempuan), yang saling memanggil antara satu dengan yang lain. Sebagian ada yang sudah di atas mobil pick-up, dan lainnya datang untuk merapat.

Diketahui, buruh tani tersebut sedang persiapan berangkat ke lokasi untuk melakukan penanaman  jagung. Pekerjaan tersebut hampir dilakoni oleh sebagian besar warga di Desa Tambe. Apalagi di musim hujan awal Desember 2017 ini, tenaga-tenaga terampil mereka sangat dibutuhkan dalam penanaman jagung.

Hikmahnya, para buruh tani tersebut begitu semangat dalam pekerjaan yang dilakoninya. Apalagi dari hasil keringatnya itu, bisa menafkai kehidupan keluarga mereka di rumah. Uang yang mereka dapatkan sehari Rp 60 ribu (ongkos tenaga per orang), lebih bermanfaat dan nikmat ketimbang dari hasil korupsi maupun kejahatan lainnya.

“Pak wartawan, mai ta lao ngguda (mari pergi nanam),” sorak di antara buruh tani ini di atas mobil pick-up.


Sejak November hingga Desember 2017 ini, di wilayah Kecamatan Bolo sedang memasuki musim tanam. Sebagian lahan pertanian, ada yang ditanamin padi dan jagung. Itu pula tergantung dari kondisi lahan yang mengandalkan curah hujan.(adi)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru