Impian : Membangun Sentra Ternak Ayam

Berfikir mengenai pemanfaatan potensi alam di sekitar kita, sebenarnya banyak hal yang bisa diperbuat untuk persiapan masa depan kita, seperti beternak, membuat kerajinan, meracik lulur kecantikan, membuat shampoo dan sabun dari bahan-bahan alami, aneka kuliner dan minuman dan banyak lagi yang lainnya. Hal - hal itu bila dikerjakan dengan serius dan ditekuni sebagai sebuah aktivitas tetap, bukan tidak mungkin akan menghasilkan fulus yang bisa menunjang keuangan keluarga. Namun fenomena yang kita lihat di tengah-tengah masyarakat kita, bahwa banyak kita yang tidak kreatif mendayagunakan potensi yang kita punya. Kita cenderung terobsesi untuk mencari pekerjaan yang ditawarkan melalui medsos oleh instansi maupun perusahaan- perusahaan yang belum tentu membawa prospek yang lebih baik bagi kita. Bahkan ada yang termangu dalam kebingungan tidak tahu harus berbuat apa namun enggan menggerakkan diri untuk merubah keadaan. Padahal potensi yang ada di sekeliling kita amat banyak untuk dikembangkan, menunggu tangan-tangan kreatif yang memolesnya. Jadi intinya sekarang, maukah kita memulai berkreativitas tanpa banyak memberi alasan yang bisa mengurungkan niat. Berbuat sesuatu yang bermakna walaupun dengan modal seadanya dan mampu survive dari berbagai hambatan yang mungkin kita temui.


Berangakat dari semangat untuk mencoba merubah keadaan menjadi lebih baik, saya pun mengkaji dan menganalisa beberapa hal yang bisa dikerjakan dalam rangka memanfaatkan waktu luang sepulang mengajar. Saya mencari tahu kegiatan yang tidak terlalu membutuhkan fokus yang kontinyu, akhirnya pilihan jatuh pada “beternak ayam kampung.” Pertimbangannya adalah kegiatan itu tidak terlalu memporsir waktu dan tenaga, karena waktu yang dibutuhkan hanya beberapa menit saja yaitu pada saat memberi makan dan menyediakan  minum saja yang rutin dan itu pun hanya sebentar bisa dikatakan pekerjaan sambilan untuk ukuran ayam dengan ayam 200 ekor.

Untuk tujuan itu saya pun mengumpulkan informasi melalui internet, mendownload dari youtube and google tentang tutorial membuat kandang, bagaimana cara penyiapan pakan dan vitamin, tips - tips menjaga kebersihan kandang dan banyak lagi hal - hal yang berkaitan dengan tata cara beternak ayam. Pada saat-saat tertentu, tak lupa saya berdiskusi dengan peternak-peternak ayam yang saya kenal dan kebanyakan dari mereka adalah peternak ayam potong. Dari seorang yang saya temui, yang sudah kawakan dalam urusan ternak menernak, dia menjadi peternak ayam sudah puluhan tahun dan sekarang sudah pensiun dari beternak ayam. Dia bercerita kepada saya bahwa dia sudah beternak berbagai jenis ayam, dia menyarankan lebih baik beternak ayam kampung. Alasannya kita membangun usaha mandiri tidak bergantung kepada perusahaan, jenis ayam kampung lebih tahan terhadap penyakit, lebih gampang pemeliharaannya karena pakannya murah dan mudah didapat, cukup dari sisa-sisa makanan yang dikumpulkan, bisa juga diberikan tambahan daun daunan seperti daun papaya, bayam , kangkung, daun pisang muda dan lain-lain untuk menjaga agar ayam tidak kanibal.


Dengan semakin ramainya kunjungan wisata di pantai-pantai sambelia, bermunculan warung warung makan. Ide untuk beternak ayam kampung sangat tepat untuk menyediakan pasokan daging-daging ayam yang menjadi menu utama warung-warung makan itu. Dan juga dengan melihat lahan-lahan kosong yang luas, suhu udara yang sedang sedikit panas, membuat saya tertantang untuk melakukan sesuatu yang memiliki prospek dan bisa menjadi ikon sumber ekonomi masyarakat ke depannya, sentra ternak ayam kampung. Untuk memudahkan mapping dari rencana ini, maka perlu memformulasikan akan seperti apa pada akhirnya bentuk peternakan yang akan saya bangun, yaitu ini akan menjadi cikal bakal peternakan ayam yang besar dan dapat menyerap tenaga kerja yang ada. Angan-angan itulah yang menyemangati saya bahwa suatu saat nanti apa yang saya mulai ini menjadi sebuah usaha peternakan ayam kampung yang besar yang memiliki karyawan dan diatur dengan manajemen sebuah perusahaan yang bonafit. Saya yakin itu bisa terwujud, maka bagaimanapun kesulitan yang saya alami sekarang tidaklah menyurutkan niat saya untuk terus melanjutkan usaha ini sedikit demi sedikit. Dalam benak saya sudah ada gambaran peta model dan bentuk kandang yang ideal sesuai dengan potensi alam di Lendang Madang. Ayam-ayam kampung peliharaan itu dibiarkan hidup liar di area yang sudah dipagari keliling dengan kawat, agar si ayam bisa bebas melakukan kegemarannya mengais di tempat yang luas namun tetap bisa dikontrol.


Untuk mengawali, saya sudah mulai beternak ayam kampung dengan modal dua juta rupiah untuk membeli indukan 10 ekor ayam seharga 500 ribu rupiah dengan perhitungan 50 ribu rupiah per ekor. Sedangkan biaya pembuatan kandang yang sederhana cukup dengan Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah). Untuk kandang, mulailah dengan yang simple - simple saja : siapkan bambu, karung bekas sakan pakan udang, paku dan peralatan yang dibutuhkan meteran, gergaji dan palu. Dengan bantuan tutorial mulailah membikin kadangnya dulu, potong bambu sesuai ukuran yang diinginkan. Ada potongan yang disiapkan untuk menjadi rangka kandang yang disatukan dengan paku sebagai pengikatnya, ada potongan yang nantinya akan dibelah menjadi ukuran kecil - kecil sekitar 1,5 cm lebarnya yang dipasang berjejer untuk menjadi alas, dinding samping dan atas rangka kandang, sedangkan karung bekas pakan itu dipakai sebagai atap dan penutup dinding keliling kandang. Untuk atap, karung dibuka kedua sisinya kemudian dibalik yang luar jadi dalam supaya lapisan kertas yang terdapat pada karung terlindungi tidak terkelupas. Sedangkan untuk melapisi dinding karung dibuka lebar menjadi satu lapis namun pada saat memasangnya  bagian lapisan kertas atau tulisan karung dipastikan menjadi bagian dalam, tetap tujuannya supaya karung bisa tahan tidak cepat rusak. Jangan lupa siapkan juga kardus-kardus bekas yang ditaruh di tempat yang agak tinggi supaya saat bertelur ayamnya bisa aman dari gangguan.

Demikian satu hal yang bisa kita lakukan untuk membuka sebuah harapan yang Insha Allah bermanfaat bagi diri pribadi, keluarga dan orang lain. Kepada kawan-kawan yang masih galau dengan mimpi-mimpi, mulailah berbuat apa saja yang bisa dilakukan, yang penting bermanfaat sesuai norma agama dan tidak melanggar aturan-aturan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Harapan yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini bahwa untuk mewujudkan impian itu dalam waktu yang relative singkat, butuh kolaborasi dengan partner yang bisa diajak kerja sama dalam membentuk keorganisasian usaha ini terutama dalam permodalan dan pengelolaan. Butuh juga mendiskuiskan bentuk peraturan yang berkeadilan untuk memenej usaha ini. Pehitungan bagi hasil yang disepakati sesuai dengan aturan syariat Islam dan bentuk jaminan yang disepakati  tertuang dalam MoU yang dibuat.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru