Parsi, Penjual Jamu dengan Ramuan Alami

Parsi (50 tahun) dari Solo Jawa Tengah yang mempunyai 3 anak ini, sehari-harinya bekerja sebagi penjual jamu.  Biasanya, sekitar jam 12.00 siang, Parsi terlihat  di kawasan perkantoran yang ada di seputar jalan Udayana. Parsi biasa menjual jamunya dengan harga 10 ribu per botol . Ternyata Parsi sudah lama tinggal di Lombok,  tepatnya tahun 1995 sejak ia meninggalkan kampung halamannya Solo untuk merantau ke pulau ini. Saat ini dia tinggal di sebuah rumah kontrakan di Muhajirin, Dasan Agung, Mataram.

Soal pembuatan jamu, ia bercerita, biasanya menggunakan bahan alami gula jawa, kunyit dan asam. Proses pembuatan jamu dimulai sejak pagi, hingga siap untuk dujual keliling seputaran mataram. Rata-rata prosesnya memakan waktu sampai 2 jam.

Soal penghasilan, menurutnya cukup untuk memenuhi  kebutuhan sehari-hari dan menyewa kontrakan. Menurut penuturan orang yang pernah mengonsumsi jamu tradisional, jamu ramuan ibu Parsi ini rasanya cukup mantap dan bermanfaat. "Ramuan jamu alami itu untuk menjaga kesehatan tubuh, bisa membuat kulit halus dan melancarkan haid. Contohnya ya, jamu ini," ujar Bq. Nadya Elyaningsih sambil memamerkan sebotol jamu yang baru saja dibelinya.  

Parsi adalah salah satu contoh seribu cara orang mencari rizki di dunia ini. Kehidupan masyarakat dengan kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat, mendesak, dan harga bahan pokok yang kian hari semakin mahal,  mau tidak mau membuat orang harus memutar otak untuk mencari nafkah hidup sebagai bentuk tanggungjawab keluarga. (San_ikp)

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru