Nelayan Pondok Kerakat Peroleh Banyak Ikan

KM. Sukamulia – Pantai Pondok Kerakat merupakan salah satu pantai yang dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan oleh masyarakat nelayan Dusun Sukamulia dan Dusun Gegurun Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya dan sekitarnya. Di pantai inilah mereka mencari penghidupan dengan jalan menangkap ikan menggunakan alat yang disebut dengan nama Kerakat (pukat). Masyarakat nelayan sekitar melakukan aktifitas penangkapan ikan sepanjang tahun, namun tidak selamanya mereka mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak. Biasanya mereka mendapatkan banyak ikan pada awal-awal musim hujan (Januari hingga Maret) dan pada beberapa bulan dimusim panas (bulan Agustus hingga bulan November. Nah, mulai sejak ahir bulan Agustus lalu, hasil tangkapan ikan nelayan Pondok Kerakat terus meningkat.

Menurut keterangan Amaq Hajar (nelayan dari Dusun Sukamulia), sejak ahir bulan Agustus lalu ia dan nelayan lainnya selalu mendapatkan ikan yang lumayan. Oleh sebab itu, setiap hari mereka keluar untuk memasang kerakat dan sejak awal Agustus itu pula aktifitas Nelayan Pondok Kerakat selalu ramai.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, hasil tangkapan ikan pada tahun ini jauh lebih banyak. Hal ini terbukti dengan perolehan ikan yang kami dapatkan sejak bulan Januari tahun ini. Biasanya, pada bulan April hingga bulan Juni kami jarang mendapatkan ikan. Namun pada tahun ini bisa dikatakan bahwa kami ikan di lautan ini cukup banyak sehingga sejak Januari hingga saat ini kami selalu mendapat ikan yang lumayan yang meskipun pada bulan April hingga Juli hasil tangkapannya tidak terlalu banyak tetapi paling tidak kami tetap bisa mendapatkan ikan, tidak seperti pada tahun-tahun yang lalu yang dimana kalau sudah datang bulan April hingga Juli maka kami sangat kesulitan untuk mendapat ikan dan itulah sebabnya pada bulan-bulan itu kami jarang turun ke pantai, papar Amaq Nurlan (pemilik kerakat) saat kami temui di Pantai Pondok Kerkat, kemarin sore.

Sejak awal bulan ini, setiap harinya kami bisa memperoleh 2 hingga 4 keranjang besar (tumpung: bahasa setempat). Jika kami mendapatkan 2 tumpung maka satu tumpung kami bagi dan satu  tumpungnya lagi adalah bagian pemilik kerakat dan bendeganya. Ikan yang banyak kami dapatkan adalah jenis ikan terijo (bengkawal), teri semet dan teri layang. Untuk satu tumpung terijo biasa kami jual dengan harga 400 hingga 500 ribu, satu tumpung teri semet kami jual dengan harga 250 hingga 300 ribu dan satu tumpung tri layang biasa kami jual dengan harga 400 hingga 450 ribu, sambung Amaq Nurlan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Amaq Hajar dan nelayan-nelayan lainny, bahwa sejak awal bulan September ini mereka selalu mendapatkan hasil tangkapan yang banyak, lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya. Mereka mendapatkan beberapa jenis ikan, seperti teri semet, teri layang dan terijo (bengkawal).

Perlu diketahui bahwa Nelayan Pondok Kerakat menangkap ikan dengan cara berkelompok, dimana satu unit kerakat biasa dibawa oleh 15 hingga 20 orang dan saat ini ada 4 orang pemilik kerakat yang masih akif melakukan kegiatan penangkapan ikan di pantai Pondok Kerakat dan setiap harinya setiap kelompok ini selalu mendapatkan hasil tangkapan yang banyak pada bulan ini. Perlu juga diketahui bahwa satu tumpung berisi 4 bak ukuran tanggung. Selain menangkap ikan menggunakan Kerakat, di pantai ini juga banyak nelayan yang menangkap ikan menggunakan jala dan jaring biasa.

Meningkatnya hasil tangkapan ikan yang diperoleh Nelayan Pondok Kerakat tentunya memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan mereka. Namun jika diperhatikan secara seksama, meninkatnya hasil tangkapan ikan ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya kegiatan pengeboman yang terjadi di sekitar wilaya laut Pantai Pondok Kerakat Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya. Penulis mengatakan demikian sebab sepanjang tahun 2015 ini, isu pengeboman tidak pernah terdengar lagi. Sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pengeboman ikan di wilayah pantai ini sangat marak dan nelayan setempat tidak mengetahui dari mana asal para pengebom tersebut.

Ya… semoga saja para pengebom ikan mulai sadar akan bahaya yang ditimbulkan oleh kegiatan yang mereka lakukan sehingga ke depannya mereka tidak lagi melakukan kegiatan itu sebab kegiatan tersebut dapat merusak biota laut dan juga dapat merugikan para nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan kerakat, jaring, jala dan sejenisnya. Semoga pula pihak berwenang yang bertugas memelihara keamanan wilayah laut kita menjalankan tugasnya dengan baik sehingga kekayaan laut kita terjaga dari ancaman orang-orang yang tidak bertanggung jawab, seperti pengebom dan penangkap ikan illegal. Jika demikian maka nelayan kita, khususnya yang ada di Pantai Pondok Kerakat bisa memperoleh hasil yang banyak dari hasil kegiatan bernelayan yang mereka geluti.

_By. Asri The Gila_ () -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru