161 Lokasi Penampungan Hewan Kurban Dipantau

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB berkoordinasi dengan Disnakeswan Kabupaten/Kota Se NTB melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap 161 titik penampungan hewan kurban.

Hal tersebut kata Kepala Disnakeswan NTB dilakukan untuk memastikan hewan yang akan dikurban atau dipotong layak, bebas penyakit dan sesuai standar untuk bisa dikonsumsi masyarakat yang mendapatkan nantinya. “Jadi kita mengidentifikasi ada 161 titik penampungan hewan kurban yang akan kita pantau. Kita ingin agar hewan yang akan dikurban sehat dan dagingnya aman dikonsumsi,” terangnya Jumat (11/9).

Budi sendiri mengimbau agar masyarakat bisa melakukan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) terdekat agar kualitas sapi potong bisa lebih terjaga. Namun jika tidak bisa, dan masyarakat lebih memilih untuk melakukan pemotongan di masjid atau mushola, pihaknya tidak bisa melarang. “Kita sih mengharapkannya seperti itu, bisa dilakukan pemotongan di RPH, tapi kalau tidak bisa, tentu tetap di kawal oleh petugas,” terangnya.

Di setiap kabupaten/kota sendiri terdapat RPH asuh. Selain itu ada tiga RPH berstandar internasional, pertama RPH di Banyu Mulek Lombok Barat, RPH di Pototano Sumbawa dan RPH di Asa Kota Bima. Adapun ketiga RPH ini kata Budi mengarah pada pengolahan daging beku.

Kemudian terhadap jumlah hewan kurban di NTB sendiri lanjut Budi dipastikan aman. Khusus untuk sapi, potensinya di NTB pada 2015 sebanyak 129 ribu ekor. Dari 129 ribu ekor ini baru terealisasi pemotongan 51 ribu ekor. Sementara 34 ribu sisanya sudah dikirim ke luar daerah. “Nah sisanya ini dipersiapkan untuk perayaan hari-hari besar seperti hari raya kurban sekarang ini. Jadi aman lah,” terangnya.

Terhadap keluhan tingginya harga sapi atau kambing kurban kata Budi alangkah lebih baiknya dimaklumi, karena ini adalah fenomena setahun sekali yang bisa dinikmati peternak. Tentu kondisi mahalnya harga ternak menjelang hari raya kurban dinanti oleh peternak yang sudah setahun lamanya memelihara ternak. “Jadi jangan dipermasalahkan lah, ini kan bagus bagi peternak. Kan setahun sekali, ini menguntungkan peternak kita,” tandasnya. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru