Kolang Kaling Panganan Bulan Puasa

Forkim Lobar, Menjelang bulan suci Ramadhan permintaan Kolang kaling atau biasa di sebut belulek oleh masyarakat Sasak meningkat dan belulek merupakan salah satu makanan yang laris manis di bulan Ramadhan.Karena di bulan Ramadhan umat muslim yang berpuasa biasa membuat es,ataupun kolek sebagai makanan ta’jil dalam berbuka dan kolang kaling biasa di tambah sebagai campurannya.

     Kolang kaling merupakan makanan yang biasa digunakan dalam campuran membuat kolek,es campur ,cendol dan berbagai jenis makanan lainnya.
Di dusun Tongkek desa Kuripan kecamatan Kuripan,sebagian warganya bekerja sebagai pembuat kolang kaling mengingat ramainya permintaan di bulan puasa ini, sehingga di setiap rumah di dusun Tongkek bisa kita ihat sebagian warganya sibuk membuat kolang kaling.

    Cara membuat Kolang kaling tergolong mudah.Cukup dengan memasak  Biji dari pohon buah Lontar  atau disebut juga oleh masyarakat Lombok dengan pohon buah Nao sampai buah tersebut matang,setelah itu bijinya di kupas dan direndam dalam air yang bersih,guna menjadikannya tahan lama hingga sampai ke tangan konsumen.

      Inak Saenah salah seorang warga dusun Tongkek yang juga pembuat kolang kaling mengaku mendapat untung besar dalam usaha ini.Biasanya para produsen membeli buah lontar  mentah langsung dari pohonnya,dengan harga tergantung dari banyak atau sedikitbuahnya.Mulai dari Rp 50.000,00 sampai Rp 100.000,00 harga per pohon mereka beli,dan kadang dalam satu pohon  menghasilkan kolang kaling yang siap dipasarkan sekitar 100 kg dan Dalam per kilo Inak Saenah menjual kolang kaling dengan harga Rp 9.000,00 ke pasar Kuripan. (Laela Nurjanah Kuripan) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru