Petani Terancam Gagal Panen

KM Taliwang – Minggu (22/02) pagi, cuaca sejuk sekali. Banyak warga mulai beraktivitas. Meski dihari minggu, warga yang berada di jalan raya Banjar tak ingin waktunya terbuang sia-sia. Maklum, bulan ini bulan masa tanam padi. Seperti yang kita ketahui, masyarakat desa Banjar hanya bisa mengandalkan air hujan untuk tanam padi.  Makanya hanya bisa satu kali tanam.

Namun ada yang janggal pagi itu. Tidak jauh dari rumah berkumpul sejumlah orang membicarakan masalah air. Ya, curah hujan yang kurang di Desa Banjar, mengakibatkan sawah masyarakat terancam kekeringan. Untuk menyiasatinya, mereka menggunakan mesin diesel untuk mengairi sawah. Hal ini jelas akan menambah ongkos produksi.

“Wah, kayanya gagal panen kita tahun ini” ungkap salah seorang ibu rumah tangga pagi itu.

Kecemasan yang wajar, mengingat tanam padi merupakan tanaman utama setiap musim hujan tiba. tidak sedikit masyarakat Banjar berkeluh keluh mengenai curah hujan. Dimana, di kota Sumbawa Besar bisa sampai banjir, tapi kenapa KSB justru sebaliknya. Terutama persawahan jalan Desa Banjar. Walaupun pemerintah setempat sudah mengairi dari bendungan Kalimantong, itu dirasa belum cukup. Karena pasokannya tidak merata.   [] - 05

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru