Gas LPG 3 Kg Disalurkan


Operasi Pasar Tabung Gas Elpigi 3 kg di Kecamatan Mataram pagi tadi (22/1/2015) tidak seramai hari pertama, kondisi ini tidak membuat para petugas atau panitia tidak kerepotan melayani warga di 3 Kelurahan Pagutan.

Lurah Pagutan Timur Irfan Sapindra saat memantau penyaluran gas LPG 3 kg di Kecamatan Mataram mengatakan, penyaluran gas LPG 3 kg hari ini merupakan hari terakhir sejak hari senin tanggal 20 januari 2015 yang lalu dan hari ini disiapkan 560 gas LPG 3 kg untuk 3 kelurahan yakni kelurahan pagutan timur, kelurahan pagutan dan kelurahan pagutan barat.

“Karna ini 1 truk berisi 560 gas LPG 3 kg di bagi rata di 3 kelurahan yakni kelurahan pagutan, kelurahan pagutan barat dan kelurahn pagutan timur, masing-masing 180 kupon disamping ada kelebihan kupon yang di bagikan untuk lingkungan tertentu terutama masyarakat tidak mampu”. Kata Irfan

Lebih jauh Irfan mengatakan informasi tentang operasi gas LPG 3 kg seharga 15.000 per tabung saat operasi pertama telah di informasikan ke masing-masing kepala lingkungan dan RT agar di informasikan ke warganya  karna waktu itu operasi sifatnya se kecamatan tidak menggunakan kupon dan pelaksanaan selama 3 hari.

Sebelumnya ada permintaan agar operasi pasar di adakan di masing kelurahan, namun untuk kelurahan pagutan setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar di laksanakan di kecamatan mataram saja hal ini di lakukan untuk mengantisipasi adanya resiko konplik yang tinggi mengingat gas LPG 3 kg tidak cukup untuk memenuhi permintaan semua warga.

Sekretaris Camat Mataram Syamsul mengatakan untuk di Kecamatan Mataram penyaluran gas LPG 3 kg bermitra dengan 2 agen yakni CV Adelco dan CV Merta Sari. Sampai hari terakhir gas LPG 3 kg yang telah di salurkan sebanyak 5 truk masing-masing  truk berisi 560 tabung gas dan di salurkan ke kecamatan mataram di 3 kelurahan pagutan, 3 tempat di pagesangan dan mataram timur, pejanggik serta punia.

“1 kupon satu tabung, warga sangat antusias, ini di lihat sejak penyaluran hari pertama hingga hari ini bahkan ada warga yang di koordinasikan oleh kepala lingkungannya  pada saat pengambilan tabung di drof menggunakan mobil operasional lingkungan seperti mobil operasional karang genteng”. Jelas Syamsul [] -05

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru