Bumdes Buen Telu Desa Tapir

Desa Tapir kini mulai meniti usaha berskala desa sebagai bentuk pemberdayaan masyarakatnya. Hal ini tampak dari kegiatan warga desa di kantor Desa Tapir kemarin membentuk Badan Usaha Milik Desa atau lebih dikenal dengan istilah Bumdes. Bumbes yang disepakati bernama Bumdes “Buen Telu” Desa Tapir ini resmi terbentuk hari rabu pekan kemarin. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi terbentuknya Bumdes ini. Di antaranya, di tahun 2015 setiap desa sudah diwajibkan memiliki Bumdes. Selain itu pembentukan bumdes dirasa perlu untuk meningkatkan kemampuan keuangan pemerintah desa dalam menyelenggarakan pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan serta pengembangan potensi dan kekayaan desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan usaha ekonomi masyarakatnya. Banyaknya petani yang mengeluh karena kekurangan modal juga turut melatarbelakangi terbentuknya Bumdes “Buen Telu”. Sebelum terbentuknya Bumdes “Buen Telu”, petani-petani Desa Tapir yang kekurangan modal bibit dan pupuk biasanya meminjam ke rentenir dengan bunga yang relatif tinggi. Sehingga hasil panen kurang maksimal karena harus mengembalikan modal pinjaman dengan bunga yang tinggi. Akhirnya dibentuklah “Buen Telu” untuk menjamin kesejahteraan warga Desa Tapir. Uniknya, Bumdes “Buen Telu” tidak dikelola oleh staf-staf desa atau warga Desa Tapir yang sudah memiliki pekerjaan melainkan akan dikelola oleh pemuda-pemudi Desa Tapir yang baru saja menyelesaikan studi perguruan tinggi terutama pula yang belum memiliki pekerjaan. Pengelola-pengelola muda ini sengaja dipilih pemerintah desa agar dapat mengurangi pengangguran di Desa Tapir. Harapannya ke depan semoga Bumdes “Buen Telu” berkembang dengan baik sehingga dapat mensejahterakan masyarakat Desa Tapir. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru