Nelayan Rompo Panen 200 Box Ikan Setiap Hari

KM. Salaja Kampo-Nelayan di Desa Rompo Kecamatan Langgudu, kini tengah bersuka hati. Para nelayan setempat, saat ini tengah panen ikan tongkol, setelah beberapa bulan terakhir tidak melaut dan paceklik ikan. Para nelayan tersebut mampu mendapatkan 200 box ikan tongkol setiap hari, untuk dua kali jalan. 

Seorang nelayan setempat, H. Iksan mengatakan, sejak sepekan terakhir dirinya sudah mulai mendapatkan ikan jenis tongkol dan beberapa ikan lainnya termasuk kakap merah. Dari beberapa kapal nelayan yang melaut, sebagian besar mendapatkan tongkol rata-rata 200 box setiap harinya. 

“Dari hasil melaut pagi dan sore, kita mampu mengumpulkan 200 box ikan setiap hari. Untuk pagi hasil tangkapan bagang, dan sorenya hasil tangkapan jala kurung,” ungkap warga RT 04 Desa Rompo ini, Senin (13/10).

Hasil tangkapan tersebut langsung dibawa dan dijual ke berbagai pasar di Bima. Bahkan, penyaluran ikan tersebut kini sudah sampai ke Dompu dan Sumbawa. “Ikannya langsung dibawa ke pasar tradisional hingga Sumbawa,” katanya.

Untuk harga ikan tongkol per satu box, para nelayan menjualnya sebesar Rp. 250 ribu. Harga tersebut hanya berlaku untuk daerah Bima. Jika untuk wilayah Sumbawa dan Dompu, bisa mencapai Rp. 400 ribu per box-nya.

“Hasil penjualan ikan saat ini lumayan, sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, setelah beberapa bulan tidak melaut,” ujarnya.

Menurut dia, selama beberapa bulan tidak melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi, dirinya hanya mengandalkan dari hasil tangkapan jaring. Untuk mengisi senggang, dia memperbaiki jala dan keperluan melaut lainnya.  “Sudah bersyukur mulai panen ikan, hasilnya lumayan,” katanya.

Menurut dia, panen ikan mulai terjadi selama pertengahan sampai awal musim hujan mendatang. Setelah musim hujan, nelayan akan berganti mencari lobster. 

Selain tongkol, para nelayan bisa mendapatkan jenis ikan yang sudah mulai bisa ditangkap, seperti ikan kakap. Hanya saja, ikan tersebut masih kecil-kecil, dan belum bisa menangkap yang besar seperti biasanya. (SK.Edo) 02

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru