Warga Dasan Cermen Selatan Keluhkan Lapangan Kerja

Senin 25 Agustus 14, sekitar pukul 9.00 wita, mushalla Baitul Ghafur lingkungan Dasan Cermen Selatan di penuhi warga. Mereka terdiri para pemuda, tokoh agama, ketua RT, serta warga masyarakat lainnya. Mereka hadir dalam rembuq warga, atas undangan dari kepal lingkungan Dasan Cermen Selatan.

Kehadiran para tamu undangan yang terdiri warga setempat menjadi momen penyaluran aspirasi warga atas berbagai persoalan yang ada di masyarakat saat ini. Saya kebetulan hadir sebagai fasilitator dari diskusi yang diadakan atas undangan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Mataram.

Kegiatan yang diberi nama Community Action Planner (CAP) atau biasa disebut dengan perencanaan bersama masyarakat ini, merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. CAP biasanya dihadiri oleh 40-50 orang peserta wakil masyarakat, sedangkan pemerintah dari berbagai SKPD dihadirkan juga untuk memantau dan memberikan masukan dalam rapat atau diskusi yang dilangsungkan.

Banyak persoalan yang mengemuka dalam rembuk warga tersebut. yang paling menyita waktu diskusi adalah persoalan pengangguran yang menjadi boban sosial masyarakat. Kamarudin salah seorang warga berpendapat, mestinya perusahaan sekitar lokasi lingkungan lebih banyak mengakomodir warga untuk bekerja di perusahaan tersebut, namun mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Kepala lingkungan pun tak bisa berbuat apa-apa. Ustadz Misnu mislanya, dengan tegas mengatakan ; “ saya khawatir, penolakan yang dilakukan perusahaan terhadap warga yang meminta dijadikan karyawan oleh pimpinan perusahaan jstru berdampak buruk bagi  kondusifitas lingkungan”.

Pernyatan salah seorang ustadz tersebut buka tanpa alasan, banyak warga pengangguran yang  justru berada di lingkungan pabrik yang sejatinya butuh karyawan (wan) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru