Pasar malam dadakan

“Dikatakan pasar malam adalah karena disitu ada banyak orang  jual beli berbagai jenis barang dan makanan di Malam hari, sementara dikatakan dadakan karena hal itu hanya ada di bulan puasa selama satu bulan penuh”.

Itulah gambaran singkat pasar malam dadakan yang ada di Dusun Seganteng Desa Aik Bukak Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, Pasar ini dimulai pada empat tahun lalu yakni pada hari tanggal satu bulan puasa setiap tahun dan pasar ini berakhir pada setiap satu hari menjelang hari raya.

Pasar malam dadakan ini sekalipun terletak di Dusun Seganteng, namun ia lebih dikenal dengan sebutan Pasar Malam Pemancar, karena di situ ada Pemancar TVRI yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Tower. Pemancar ini adalah merupakan pemancar pertama yang ada di Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara bahkan Lombok Tengah, di areal pemancar TVRI ini di pasang sebuah televisi pertama di wilayah ini, sehingga masyarakat dari berbagai desa berdatangan ke tempat ini untuk menonton televisi. Itu sebabnya tempat ini lebih dikenal dengan nama pemancar hingga saat ini.  Termasuk juga menjadi sebab, kenapa pasar malam ini lebih dikenal dengan sebuatan pasar malam pemancar.

Penjual di pasar ini dari tahun ketahun terus bertambah, begitu juga dengan jenis barang dagangan semakin beraneka ragam sebagaimana layaknya sebuah pasar besar. Sementara pengunjungpun mulai dari malam pertama hingga malam berikutnya terus bertambah, lebih-lebih pada minggu terakhir bulan ramadlan, pengunjung tumpah ruah mulai dari anak-anak remaja dan orang tua.

Di sisi lain, penghasilan para penjual dari malam pertama hingga malam berikutnya pun juga mengalami peningkatan signifikan, hal ini terungkap dalam wawancara KM Kaula dengan salah seorang penjual pakaian yang selalu aktif mulai dari tahun pertama pasar ini ada hingga sekarang, pedagang tersebut bernama ahmad. Berikut hasil wawancara kami

KM         : siapa nama bapak?

Penjual : Ahmad

KM         : sejak kapan bapak mulai ikut jualan di sini?

Ahmad : sejak mula pertama mulai ada orang jualan disini yaitu sekitar empat tahun lalu

KM         : berapa hasil bapak setiap malam?

Ahmad : tidak tentu

KM         : malam pertama bapak dapat berapa lalu malam berikutnya dapat berapa?

Ahmad : kalau malam pertama, paling dapat seratus atau dua ratus ribu saja dan terus meningkat hingga satu juta lebih pada malam-malam di minggu terakhir bulan ramadlan terutama dua atau tiga min H lebaran bisa dapat tiga sampai lima jutaan.

Pengakuan serupa juga dari Inaq Muh, seorang penjual makanan berupa Es campur, gorengan dan berbagai snack, Ia bilang dari malam pertama yang kadang Cuma puluhan ribu saja terus meningkat pada malam-malam berikutnya terutama minggu terakhir bulan ramadlan terutama dua atau tiga min H lebaran bisa dapat satu juta lebih/ malam.

Kesimpulannya bahwa, pasar malam dadakan ini merupakan sebagian kecil dari hikmah bulan suci ramadlan. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru