Bisnis Online dan Pendampingan


ASDEP urusan pengembangan system bisnis, Deputi bidang pengembangan dan Restrukturisasi  usaha tahun anggaran 2014 menggelar Bimbingan dan sosialisasi bagi KUMKM industry kreatif melalui E-Payment dan Bisnis Online kepada  92 orang  terdiri dari unsur KUMKM yang bergerak di bidang kerajinan gerabah,cukli,mutiara,rumput laut dan hadir peserta dari PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu). Bimbingan dan sosialisasi ini dilaksanakan hanya 1 hari dihotel Lombok Raya  Mataram bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang transaksi pembayaran berbasis E-Payment, pengolahan akses pendanaan, pemanfaatan internet dan implementasi bisnis online. Selain itu mencari peluang kerjasama antara peserta dan narasumber sebagai produsen dan memperluas usaha KUMKM, untuk mendorong KUMKM memanfaatkan teknologi digital baik untuk promosi produk maupun transaksi pembayaran.

“Siapa-siapa yang tidak memanfaatkan era teknologi dan era informasi terutama penggunaan internet bagi pelaku usaha kita, sementara ini banyak pelaku internet dipakai sebagai mainan,chating tanpa pemanfaatan semaksimal mungkin, saya kira pemanfaatan internet ini sangat penting sekali”.Ujar  Deputi Bidang Pengembangan dan Strukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM RI Drs.Braman Setyo,M.Si

Kata Drs Braman Setyo,MSi, seiring perkembangan infrastruktur teknologi informasi, ini yang sangat tepat bahwa, peningkatan internet dari tahun ketahun sangat meningkat dan signifikan, bahkan ditahun 2000 pengguna internet mencapai 2 juta dan dari hasil survey, pada tahun 2012 penguna internet mencapai 21% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 55 juta jiwa.

Terkait dengan penggunaan KUR kepada UKM,Nantinya  akan dibentuk pendampingan, pendampingan di akui sangat penting dan nantinya akan di sinergikan dengan provinsi dan kabupaten kota.

“Pendampingan ini saya katakan sangat penting,karna dari hasil study dan penelitian beberapa perguruan tinggi menyampaikan 70 sampai 80%, usaha mikro,kecil ini akan gagal jika tanpa pendampingan’. Papar Braman Setyo

Dicontohkan oleh Braman Setyo, kegagalan yang terjadi ketika usaha mikro mendapatkan pinjaman KUR dibawah 20 juta, ketika bank mengucurkan KUR dengan analisa seadanya dan dilepas begitu saja tanpa pendampingan lebih lanjut, saya yakin hampir 80% gagal. Dan ini telah di nyatakan oleh beberapa bank pelaksana KUR.

Kedepan  Braman Setyo akan mengajak dinas di provinsi dan kabupaten kota agar memanfaatkan tenaga pendamping termasuk tenaga pendamping yang di PLUT. Braman Setyo juga menginginkan kepada pelaku usaha yang ada di NTB agar pemasaran di lakukan lewat jaringan online dan di akui sangat menguntungkan. Kedepan akan dibuat E-Market place semacam Mall UKM di Dunia Maya dan membentuk semacam pendampingan Agrigator di masing-masing provinsi yang bertugas mencari produk-produk yang pantas di jual di dunia maya (Internet). (Abdi)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru