Dosen UNTB Siap Dampingi Pengusaha Telur Asin Lombok


Dosen sekaligus Rektor Universitas Nusa Tenggara Barat Dr. H. Masykur menyatakan siap mendampingi Kelompok di Janapria khususnya dalam proses pengemasan produk, distribusi dan promosi usaha telur asin bakar khas Lombok. Hal tersebut dinyatakan H Masykur Jum’at (2/5) kemarin via telepon kepada Tabayyunews.

H. Masykur yang juga pernah mengepalai beberapa Dinas di SKPD Propinsi NTB ini menambahkan, minimnya pengetahuan masyarakat tentang proses pengemasan produk, pengawetan promosi dan distribusi menjadikan sebagian besar UKM potensial di Nusa Tenggara Barat belum mampu memasarkan produknya secara memadai. Padahal menurutnya, banyak produk NTB salah satunya bisa menjadi produk unggulan daerah yang sangat potensial dikembangkan.

Ketika masih di Bakorluh NTB, H Masykur mengaku pernah melakukan pendampingan UMKM NTB untuk kemasan dan pemasaran pada 6 item produk program unggulan NTB PIJAR ke sistem retail modern. 

“Kalo dikemas secara bagus, dicantumkan barcode, telur asin ini bisa kita jual keluar bahkan kita ekspor,” tegasnya.

Dr. H. Masyur berencana, dalam waktu dekat akan mengunjungi yang berada di Janapria. Ia akan berbagi seputar pengalamannya mendampingi para pengusaha UMKM di NTB seperti halnya dilakukan pada  beberapa waktu lalu. 

Khusus di telur asin, Dr. H. Masykur ia mengaku ada temuan menarik soal bagaimana cara memproduksi telur asin agar tahan lebih lama, hingga 4 - 5 bulan. 

"Cara ini insya Allah nanti bisa dimanfaatkan, dan akan saya paparkan ketika saya kesana nanti" Janji Bapak yang juga pernah menjadi Kepala BPTP NTB ini.    

Selain itu, Dr. H Masykur juga berjanji akan membantu para pengusaha UMKM telur asin ini dalam pengurusan Ijin, pengurusan Barcode serta administrasi-administrasi lainnya. 

Disambut Positif

Pengusaha telur asin di Janapria menyambut positif rencana kunjungan dan pendampingan yang akan diakukan pemerintah melalui Bakorluh NTB ini. Salah seorang r, Susroil mengatakan, hal inilah yang selama ini dibutuhkannya.

“Kami ini bodoh, gak tau soal perijinan dan lain sebagainya, karena itu rencana kunjungan ini akan sangat membantu kami, kami tunggu bakorluh berkunjung ke Janapria” Ujar Sus. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru