PENYAKIT LAMPU KAMBUH LAGI

Krens Lotim. Lima tahun masa pemerintahan mantan Bupati Lombok Timur ( Sukiman Lutfi ), masyarakat pernah menikmati bagaimana nikmatnya kalau listrik tidak padam. Boleh dibilang jarang bahkan selama beberapa bulan tidak pernah mati. Kekesalan yang bertahun – tahun ketika diwilayah utara Lombok Timur dilayani oleh KLP Sinar Rinjani Aikmel untuk penerangannya, dapat diselesaikan oleh Pak Sukiman, demikian dijelaskan H. Masban salah seorang Pengawas Pendidikan dan Kebudayaan yang pernah ikut nimbung dalam program percepatan Lombok Timur.

Pergolakan politik memang sangat menyengsarakan masyarakat terutama masyarakat miskin yang tidak bisa mengikuti gaya hidup orang dengan menggunakan mesin diesel sebagai pengganti listrik. Apabila lampu padam, maka kegelapan menyelimuti kehidupannya. Katakan saja Muh. Ghazi Al- Ghifari, salah seorang siswa SDN 3 Rensing yang sempat mengeluh ketika listrik mati dengan gayanya khas, dia berkata : “percuma punya bupati kalau listrik saja tidak bisa di atasi”, “gimana bisa belajar sedang besok ada ulangan”  katanya sambil membuka lembar demi lembar buku pelajarannya yang diterangi lampu lilin.


Marlan, salah seorang pengusaha bidang konpeksi yang serba menggunakan listrik juga mengeluh; “saya pak, kalau mati lampu satu jam saja bisa rugi sampai dua atau tiga juta, sebab berapa potong pakaian yang bisa diselesaikan kalau lampunya nyala”, jelasnya saat KM Krens mencoba bincang – bincang dengannya di kediamannya kemarin ( 8/11)

Memang tidak bisa kita pungkiri, akhir – akhir ini sering lisrik mati, tidak tahu namanya malam, siang, pagi dan setiap waktu. bahkan dalam satu hari bisa mati 4 (empat ) sampai 5 (lima) kali.

Akankah ada penyelesaian untuk masalah yang mengganggu konsentrasi masyarakat seperti lampu yang mati setiap saat ini. semoga ada jalan keluarnya.  (MA).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru