Pedagang Tarkam


Dari hari pertama digelarnya pertandingan sepak bola di lapangan umum Duman lebih dari ratusan pasang mata datang di lapangan umum Duman untuk menyaksikan tim kesayangan bertanding, pemandangan yang tiap sore terlihat tak disia-siakan oleh sebagian masyarakat untuk mengais rejeki dari pengunjung pertandingan, salah satunya dengan mendirikan lapak-lapak di pinggir lapangan pertandingan, tak tampak dari raut wajah mereka kecemasan akan adanya keributan antar sporter karena lapak tempat mereka berdagang hanya beberapa meter dari lapangan pertandingan, inaq Uri salah satu pedagang yang tak pernah absen berjualan di arena pertandingan menuturkan, dari awal dimulaimya sampai sekarang sudah berjalan satu bulan lebih keadaan aman-aman saja tidak pernah terjadi keributan antar sporter dan hasil berjualan setiap sore sangat signifikan, berjualan disini (arena open turnamen) tiap sore hasilnya sama dengan berjualan sehari penuh di rumahnya,itu inaq Uri beda lagi denga L.mandra, pemuda yang sehari-hari bekerja di kantor Desa menuturkan bahwa peluang usaha dari efek open turnamen ini sangat besar maka dari itu dia (mandra sapaan akrab) dan istri ikut berjualan, lapak yang ditempatinya tak pernah sepi pengunjung, Es Blender dan segala maca minuman tersedia dilapak sederhana miliknya, Mandra menambahkan bahwa kami semua yang berjualan di Arena open oleh panitia tidak dipungut biaya sewa hanya karcis tanda masuk dan itu sangat membantu, harapannya semoga ditahun depan Pertandingan sepak bola dan kegiatan semacamnya lebih sering dan lebih lama agar makin banyak pedagang kecil yang tumbuh didaerahnya khususnya di Desa Duman

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru