Kawal Percepatan Pembangunan Mandalika Resort, NTB

Kunjungan Wakil Presiden RI Prof. Dr. Boediono beserta rombongan ke Nusa Tenggara Barat kemarin siang, disambut hangat Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi beserta seluruh jajaran Pemprov. NTB. Dengan menggunakan pesawat Boing TNI Angkatan Udara kode penerbangan A.7305 yang tiba sekitar pukul 14.50 wita di Bandara Internasional Lombok. Loteng (10/11).

 

Lawatan Wapres RI ini menugaskan Deputi Setwapres bidang ekonomi, Tirta Hidayat untuk membahas dan mengawal percepatan pembangunan kawasan wisata Mandalika Resort di kawasan Pantai Kuta Lombok Tengah yang belum tuntas permasalahannya. Hal ini diungkap Zainul Majdi usai melaporkan beberapa proyek strategis kaitannya dengan NTB sebagai Koridor V program MP3EI kepada Wapres di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok.

 

Wakil Presiden RI merespon program yang menjadi prioritas Prov. NTB, ini terlihat dari  penugasan Deputi Setwapres Bidang Ekonomi untuk membahas hal itu. “Pak Tirta yang memang dulu juga ikut mempercepat pembangunan BIL dan tentunya bisa segera dipercepat, Insya Allah” ucap TGB sebagai sapaan akrab masyarakat NTB.

 

Keberadaan Wapres transit di BIL yang akan mengadakan lawatan kenegaraan ke Australia, berada di BIL hanya 1 jam.  Kesempatan tersebut dimanfaatkan Gubernur NTB untuk mempersentasikan beberapa proyek infrastruktur strategis yang ada di NTB dalam rangka menyokong NTB sebagai lumbung pangan nasional dan pintu gerbang pariwisata nasional.

 

Gubernur menjelaskan, selain masalah percepatan pembangunan Madalika Resort, ia juga menyampaikan tentang perpanjangan runway BIL menjadi 3.000 meter. Hal ini merupakan kebutuhan yang perlu dipercepat karena saat ini runway BIL panjangnya hanya 2.750 meter. Gubernur melaporkan tentang percepatan penyelesaian Bendungan Pandan Dure, serta proyek infrastruktur strategis lainnya yang  dianggap masih bermasalah yakni pengembangan Mandalika Resort. Pasalnya, hingga saat ini Bali Torism Development Corporation (BTDC) yang dipercaya pemerintah pusat untuk mengembangkan kawasan dengan luas 1.175 hektar tersebut belum menunjukkan progresnya dan saat ini terkesan terbengkalai.

 

“Kepada Wapres,  saya menyampaikan masalah Madalika Resort, BIL dan Bendungan Pandandure. Madalika Resort yang masih terkesan bermasalah dan segera kita selesaikan. Masih menjadi ingatan kita, masih ada lahan 135 hektar yang masih bermasalah. Beliau setuju bahwa harus segera diselesaikan, bahkan beliau menyampaikan kalau ada 135 hektar yang belum selesai, ada 900 hektar yang sudah clear dan clean, itu harus segera dimulai,” ucap Gubernur termuda di Indonesia ini. (Mawardi)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru