logoblog

Cari

BI NTB Basmi Uang Lusuh dengan Program "GEMAR TULUS"

BI NTB Basmi Uang Lusuh dengan Program

Berbagai upaya dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB untuk memastikan kualitas uang yang beredar di masyarakat. Baik cara konvensional berupa

Ekonomi

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
01 Oktober, 2019 11:39:02
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 391 Kali

Berbagai upaya dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB untuk memastikan kualitas uang yang beredar di masyarakat. Baik cara konvensional berupa kegiatan kas keliling, maupun kerja sama dengan pihak lain tanpa dipungut biaya.

Beberapa waktu lalu, BI bersama dengan perbankan menyusun strategi pemenuhan uang kertas, terutama uang kertas Pecahan Kecil (Rp20rb ke bawah) sehingga dapat memenuhi standar kualitas uang beredar yang diharapkan. Hasil pembahasan tersebut menyimpulkan bahwa kualitas uang yang beredar di NTB dapat ditingkatkan dengan cara mempermudah akses masyarakat untuk melakukan penukaran uang layak edar, menambah pos-pos pelayanan penukaran uang lusuh (tidak layak edar), serta meningkatkan edukasi dan sosialisasi tentang GEMAR TULUS, GErakan MAsyARakat Tukar Uang LUSuh.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, selama periode September antara lain adalah penandatanganan Kesepakatan Bersama antara BI dan asosiasi BPR di NTB (Perbarindo NTB) untuk melibatkan BPR dalam melayani penukaran uang lusuh di masyarakat. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Bank NTB Syariah dalam rangka risk management pada kegiatan kas keliling BI. Selanjutnya pada pertengahan September juga dilakukan pertemuan antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Indonesia Provinsi NTB dengan  BRI Kota  Bima beserta agen BRI untuk melibatkan agen BRI dalam melayani penukaran uang lusuh masayarakat. Dari sisi kegiatan kas  keliling, selama bulan September kegiatan kas keliling dengan tajuk GEMAR TULUS dilakukan sebanyak 16 kali, atau rata 4 kali dalam seminggu.

“Akhir Agustus kita bahas dengan perbankan, September kita sudah action” ujar Achris Sarwani selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, (1/10).

Pada akhir pekan lalu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. NTB melaksanakan kegiatan Layanan GEMAR TULUS untuk menjemput uang lusuh yang beredar di masyarakat, khususnya di Pasar Cakranegara dan Pasar Sindu di Kota Mataram. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menarik UPK (Uang Pecahan Kecil) yang sudah lusuh dan ditukarkan dengan uang baru, agar uang yang beredar di masyarakat mencapai level layak edar seperti yang telah ditargetkan oleh Bank Indonesia. Selain melayani penukaran uang Rupiah, Bank Indonesia juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat memperlakukan uang dengan baik, guna menjaga uang tetap dalam keadaan layak edar sehingga masa edar uang di masyarakat bisa lebih lama. Bank Indonesia juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ciri keaslian uang Rupiah (CIKUR) sehingga masyarakat juga terhindar dari potensi risiko peredaran uang palsu.

 

Baca Juga :


Layanan GEMAR TULUS juga dilaksanakan oleh Perbankan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB telah mendistribusikan media informasi ke seluruh Bank mengenai layanan tersebut. Hal ini dilakukan untuk semakin meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa penukaran Uang Rupiah tidak hanya bisa dilakukan di Bank Indonesia, tapi juga dapat dilakukan di seluruh kantor bank. Selain itu, perbankan juga menggerakan agen bank untuk memberikan layanan penukaran uang masyarakat yang lokasinya jauh dari kantor Bank

“Dengan berbagai program-program tersebut, kami harapkan masyarakat lebih mudah menukarkan uang mereka, sehingga kualitas uang beredar di NTB semakin meningkat” pungkas Achris. (Novita, Kominfotik NTB) 



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan