logoblog

Cari

Pelayaran KM Swarna Bahtera Akan Bawa Dampak Positif

Pelayaran KM Swarna Bahtera Akan Bawa Dampak Positif

Tidak lama lagi, long distance ferry yaitu kapal motor (KM) Swarna Bahtera dari Surabaya akan segera berlabuh di Pelabuhan Badas, Kabupaten

Ekonomi

Yuyun Erma Kutari
Oleh Yuyun Erma Kutari
23 September, 2019 14:47:05
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 3672 Kali

Tidak lama lagi, long distance ferry yaitu kapal motor (KM) Swarna Bahtera dari Surabaya akan segera berlabuh di Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Kapal tersebut direncanakan akan melakukan pelayaran perdana pada 29 September mendatang. “Itu rencana pelayaran perdana rute dari Badas ke Surabaya,” tegasnya, saat di konfirmasi. 

KM Swarna Bahtera memiliki berat 4.500 GT dengan kecepatan 11 knot per jam. Selain itu, mampu memuat 500 orang penumpang dan 75 kendaraan roda empat. Baik itu angkutan penumpang dan pribadi. Dijelaskan, gagasan long distance ferry dari Surabaya menuju Pelabuhan Badas, Sumbawa harus terealisasi. Karena akan membawa dampak yang cukup positif bagi dunia transportasi NTB. Seperti mengurangi kepadatan lalu lintas, karena ada 370 unit kendaraan truk, setiap harinya melintas dari jalur Pelabuhan Lembar ke Kayangan kemudian ke Pelabuhan Poto Tano

“Fakta seperti ini kan punya andil besar dalam kepadatan lalu lintas di NTB, makanya kita usahakan untuk buka rute kapal ferry Surabaya ke Badas,” jelasnya.

Disisi lain, pembukaan jalur ini juga mengurangi polusi udara, memperpanjang usia jalan nasional dan provinsi, mengurangi disparitas perbedaan harga angkutan barang dari dalam dan luar Pulau Jawa. Belum lagi, adanya pembangunan smelter dan industri turunan di KSB, MotoGP Mandalika 2021 dan terbukanya aksesibilitas pariwisata, untuk kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora (SAMOTA) di Pulau Sumbawa. “Orang akan lebih mudah merencanakan perjalanannya,” sambung Bayu.

Pembukaan rute ini jelas akan menguntungkan pada pengusaha di Pulau Sumbawa. Sebab, akan lebih mudah membawa komoditas hasil bumi, bahan bangunan hingga ternak ke Pulau Jawa. Sehingga, nanti akan berdampak pada berkurangnya biaya operasional. “Biaya bisa lebih ditekan, makanya kita usahakan buka aksesibilitas dan membangun konektivitas antar wilayah, hal ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat,” terangnya.

 

Baca Juga :


Karena pelayaran perdana ini merupakan pelayaran perintis, Bayu belum bisa berbicara lebih jauh tentang berapa kali KM Swarna Bahtera akan berlayar. Sementara ini, hanya sekali dalam seminggu, sambil di evaluasi mengenai harga tiket, hingga jumlah penumpangnya. Evaluasi itu, tidak hanya berpengaruh pada jumlah pelayaran tetapi Pemprov NTB bisa mengusulkan ke pemerintah pusat untuk perbaikan pelabuhan Badas, agar bisa memberi pelayanan yang maksimal. “Kalau sudah ramai tentu saja pelabuhan badas akan kita usulkan untuk penambahan fasilitas-fasilitasnya,” tutup Bayu.

Sementara Gubernur NTB H Zulkieflimansyah seperti yang dikutip diakun sosial medianya menegaskan, dengan adanya konektivitas antara Badas dengan Surabaya, pembangunan ekonomi yang memang mensyaratkan mobilitas masyarakat dan barang, menunjukkan geliat ekonomi akan lebih dinamis. (yun)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan