logoblog

Cari

Saatnya Masyarakat Beralih Ke Kompor Induksi Aman Dan Hemat

Saatnya Masyarakat Beralih Ke Kompor Induksi Aman Dan Hemat

Sumbawa Barat. Diskominfo - Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero Rayon Taliwang Cabang Sumbawa mempromosikan

Ekonomi

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
16 September, 2019 15:16:02
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 697 Kali



Sumbawa Barat. Diskominfo - Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero Rayon Taliwang Cabang Sumbawa mempromosikan penggunaan kompor Induksi yang ramah lingkungan dan aman pada gelaran Car Free Day yang berlangsung di jalan Sudirman Kecamatan Taliwang kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (15/9/2019).

Manager ULP PLN Rayon Taliwang,  Ipo Indrianto mengatakan bahwa pada saat ini Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) sedang menggalakan penggunaan kompor listrik untuk kebutuhan rumah tangga. Karena kompor listrik lebih aman, nyaman, mudah dibawa kemana-mana dan efisien.

Kehadiran kompor induksi atau kompor listrik akan menekan Impor dan subsidi Liquefied Petroleoum Gas (LPG) setiap tahunnya yang semakin membengkak dan menelan anggaran yang cukup banyak. “Kompor ini bagus untuk kebutuhan rumah tangga karena lebih aman, nyaman tidak menimbulkan api dan kebakaran, aman bagi anak-anak dan pastinya masyarakat lebih hemat dan untung,” kata Ipo Indrianto.

Dalam penggunaan kompor listrik juga lebih bersih karena tidak ada sisa pembakaran yang dihasilkan seperti kompor rumah tangga pada umumnya, tidak mengeluarkan karbon monoksida dan karbon dioksida seperti pada penggunaan kompor gas yang menggunakan LPG).

Penggunaan kompor listrik ini menjadi alternatif untuk para ibu rumah tangga, sambung Ipo Indrianto, tak hanya lebih efisien kompor ini juga diklaim lebih hemat biaya dalam penggunaannya jika dibandingkan tabung gas LPG. Selain ramah lingkungan, harga kompor listrik lebih murah dan juga aman dibandingkan bahan bakar LPG sebagai sumber energinya

Bahkan pihak PLN juga akan memberikan subsidi atau diskon hingga 75 persen dari pembelian kompor induksi tersebut. Jika kompor yang dibeli berdaya 900 VA sampai 1300 VA  harga normal Rp374.000 maka masyarakat hanya membayar Rp93.700.  Semakin besar daya yang diambil maka semakin besar untungnya buat pembeli, untuk daya 900 VA ke 2200 VA dengan harga normal Rp1.218.100 jika dipotong 75 persen maka cukup membayar Rp304.525 saja.

“Diskon nanti akan langsung dipotong oleh system, atau boleh langsung datang ke ULP PLN Taliwang membawa kompor listrik nya dan nanti kami yang akan membantu,” kata Ipo.

Warga dapat membeli kompor induksi di toko-toko online yang tersebar di seluruh Indonesia, ongkir untuk satu buah kompor biasanya berkisar pada Rp40 ribuan. Kompor induksi juga mempunyai pengatur waktu yang bisa diatur sesuka hati.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, subsidi LPG di tahun 2018 mencapai Rp64 triliun. Nilai tersebut bahkan melampaui subsidi untuk bahan bakar minyak atau BBM yang tercatat hanya Rp33 triliun. Sementara setiap tahunnya import LPG rata-rata mencapai sekitar Rp50 triliun .

Harga eceran tertinggi untuk tabung LPG ukuran 3 Kg berkisar Rp18 ribu, sementara untuk LPG subsidi yang berukuran 12 kg ini dijual di kisaran Rp139 ribu. LPG non subsidi yang harganya lebih tinggi dibandingkan dengan kompor listrik yang berdaya 900 VA sampai 1300 VA hanya menghabiskan biaya sekitar Rp82 ribu perbulan, jika memakai kompor listrik setidaknya kita dapat mengurangi beban Negara untuk mengimpor LPG sekitar 5 juta ton per tahun. (feryal/tifa/rangga).

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan