logoblog

Cari

Ngaji Bareng Pak Gubernur, Bahas Perekonomian NTB

Ngaji Bareng Pak Gubernur, Bahas Perekonomian NTB

Pertemuan yang bertajuk "Ngaji Bareng Pak Gubernur" yang digelar  di Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi NTB membahas tentang pertumbuhan perekonomian NTB

Ekonomi

Suparman
Oleh Suparman
08 Mei, 2019 09:05:53
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 714 Kali

Pertemuan yang bertajuk "Ngaji Bareng Pak Gubernur" yang digelar  di Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi NTB membahas tentang pertumbuhan perekonomian NTB terkini, ke depan dan bagaimana tatangannya untuk ke depan. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh kepala OPD, Biro lingkup Pemerintah Provinsi NTB, kepala BPS dan Direktur Bank NTB syariah. Mataram (7/5).

Pasca gempa yang melanda NTB beberapa waktu lalu, memacu pertumbuhan ekonomi masih lambat. Akan tetapi kondisi perekonomian NTB terus mengalami perbaikan di Bulan Juli-Agustus 2018. Hal itu ditopang oleh perbaikan berbagai sektor ekonomi, terutama sektor pertambangan. Namun demikian, pertumbuhan tersebut belum cukup kuat.

Didampingi oleh gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah. Kepala BI NTB, Achris Sarwani menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan I 2019 mencapai Rp 31,22 Triliun. Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar RP 12,24 Triliun dan Exspor LN sebesar Rp 1,48 Triliun dan Inflasi mencapai 2,48 persen.

"Artinya dari tahun ke tahun (yoy) PDRB tumbuh 2,12 persen, PMTB mencapai 7,7 persen dan exspor -48,84 persen," jelasnya.

Dari sisi laju pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha seperti sektor pertanian, pertambangan, industri pengelohan, pengadaan listrik, air, gas, kontruksi dan lain-lain. Rata-rata pertumbuhan pada Triwulan 1 2019 hanya berputar pada angka 0,0 ke atas. Sedangkan dari pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku rata-rata mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Jika dibandingkan dengan daerah lainnya di nasional dan Balinusra, Provinsi NTB mengalami pertumbuhan ekonomi paling rendah. Peran investasi dan exspor LN dalam menopang perekonomian daerah cenderung tidak setinggi daerah lainnya. Seperti Bali pertumbuhan ekonomi mencapai Rp 60,36 Triliun, Sulewesi Tengah Rp 38,95 Triliun dan khusus ekonomi NTT yang hanya Rp 24,83 Triliun. Perbandingan ini dilakukan dengan daerah dampak gempa meskipun tidak separah NTB.

 

Baca Juga :


Menanggapi hal itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menghimbau kepada seluruh OPD agar industrialisasi terus ditingkatkan, karena masalah yang paling mendasar terletak pada industrialisasi yang belum maksimal. Nilai impor di NTB masih sangat besar jika dibandingkan dengan nilai ekspor.

"Kita hanya berputar pada aktivitas ekspor hasil pertanian yang hanya sedikit, sedangkan impor kita adalah kapal dengan harga yang fantastik. Belum lagi impor pakan ternak, kebutuhan pertanian dan sebagainya yang nilainya lebih besar dari nilai ekspor kita," jelasnya.

Menurutnya, impor hanya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, industrialisasi harus cepat diimplementasikan. tekad pemerintah mengangkat Perekonomian dengan industrialisasi harus menjadi fokus utama. 

"Betapa besar tanggungjawab kita. Namun jika kita tahu caranya, akan sangat menantang dan menyenangkan sekali. Komitmen menjadi kunci utama" imbuh Gubernur. (Man-TM)



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan