logoblog

Cari

Rekonsiliasi Fiskal Serta Tujuan, Jenis Dan Contoh

Rekonsiliasi Fiskal Serta Tujuan, Jenis Dan Contoh

Tujuan rekonsiliasi anggaran Menjadi jelas dan sepenuhnya sadar akan dasar hukum perpajakan dan standar akuntansi keuangan. Mampu menjelaskan konsep rekonsiliasi

Ekonomi

Diyo Wilanta
Oleh Diyo Wilanta
14 Maret, 2019 11:06:32
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 5372 Kali

Tujuan rekonsiliasi anggaran

  1. Menjadi jelas dan sepenuhnya sadar akan dasar hukum perpajakan dan standar akuntansi keuangan.
  2. Mampu menjelaskan konsep rekonsiliasi fiskal.
  3. Mampu membedakan perbedaan waktu dan perbedaan tetap.
  4. Mampu membedakan antara koreksi positif dan koreksi negatif dan bagaimana melakukan rekonsiliasi.
  5. Mampu memahami kasus rekonsiliasi fiskal dan bagaimana menyelesaikan masalah lebih dalam.

Definisi rekonsiliasi fiskal

    Rekonsiliasi fiskal adalah proses penyesuaian laporan laba rugi berdasarkan undang-undang perpajakan Indonesia untuk menghasilkan laba / rugi sebagai dasar penghitungan pajak penghasilan untuk tahun tertentu.

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat disimpulkan bahwa ada tiga elemen penting dari proses rekonsiliasi kebijakan fiskal, termasuk:

  • Laporan laba rugi untuk laporan rekonsiliasi keuangan adalah laporan laba rugi. Mengapa Ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pajak penghasilan adalah pendapatan, dan pendapatan biasanya tercermin dalam laporan laba rugi. Hasil laporan ini adalah laba / rugi, yang berfungsi sebagai dasar untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan.
  • Koreksi / penyesuaian fiskal Penyesuaian / penyesuaian dilakukan jika terjadi kesalahan atau ketidaksesuaian antara aturan / peraturan atau lainnya. Dalam akuntansi, ada beberapa metode atau asumsi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Asumsi atau metode ini kemungkinan berbeda dari undang-undang dan peraturan saat ini di Indonesia. Perbedaan ini terletak pada kenyataan bahwa ada dua, yaitu perbedaan waktu dan perbedaan tetap. Untuk konsep ini akan dibahas pada subbab berikutnya.
  • Laba / rugi fiskal Hasil dari proses penyesuaian / penyesuaian pendapatan / pengeluaran dalam laporan laba rugi untuk anggaran, berdasarkan ketentuan hukum, adalah laba / rugi fiskal. Laba / rugi fiskal ini adalah dasar untuk menghitung jumlah pajak atas hutang untuk perusahaan.

Perbedaan waktu dan tetap

Sebagaimana dijelaskan di atas, perbedaan ini muncul dari perbedaan asumsi / metode yang diadopsi dalam akuntansi komersial sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Secara umum, ada dua perbedaan dalam pengakuan pendapatan dan biaya antara akuntansi komersial dan perpajakan (fiskal), yang menyebabkan koreksi keuangan, yaitu:

  1. Perbedaan tetap (beda konstan)
  2. Time Miscellaneous (Time Miscellaneous)

Perbedaan tetap (beda konstan)

Perbedaan tetap adalah perbedaan pengakuan pendapatan dan biaya antara akuntansi bisnis dan ketentuan UU PPh yang sifatnya tetap, yang berarti bahwa penyesuaian pajak yang dilakukan tidak akan dihitung dengan penghasilan kena pajak tahun pajak berikutnya. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa perbedaan tetap ini konstan, ketika pada tahun berjalan atau periode pendapatan / pengeluaran tidak dapat diakui sebagai pendapatan / pengeluaran sesuai dengan hukum, maka pada tahun berikutnya atau periode mereka juga tidak dapat diakui dalam sebagai pendapatan / beban dalam laporan laba rugi.

 

Baca Juga :


Aset tetap

Abdul Halim dan Bambang Supomo (2001: 154) perbendapat, aset tetap adalah “Aset tetap adalah aset yang dimiliki dan digunakan untuk bekerja dan memiliki masa manfaat di masa mendatang selama lebih dari satu periode anggaran dan tidak dimaksudkan untuk dijual”.

Sumber : https://guruakuntansi.co.id/



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan