logoblog

Cari

Pembangunan Smelter Tuntas 2021

Pembangunan Smelter Tuntas 2021

  Kampungmedia Mataram - Pembangunan Smelter yang telah direncanakan sejak tahun 2017 yang terus dibahas secara bertahap kini mulai mengerucut. Pembahasan

Ekonomi

Nanang Abdul Hamid
Oleh Nanang Abdul Hamid
23 Januari, 2019 08:00:36
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 3417 Kali

Pembangunan Smelter yang telah direncanakan sejak tahun 2017 yang terus dibahas secara bertahap kini mulai mengerucut. Pembahasan th 2019 adalah tahapan ke 3 yang telah mengarah pada prediksi luas areal yang dibutuhkan mencapai 850 ha. Seluruh tahapan tersebut dibahas bersama Pemkab KSB dan jajaran Pemprov NTB yang dipimpin oleh Kepala BAPPEDA NTB sebagai perencana di aula BAPPEDA NTB, Selasa (22/1).

Usai Rakor tersebut Kepala BAPPEDA NTB Ir. Ridwan Syah, MSc, MM, MTP., diruang kerjanya kepada media menjelaskan  bahwa, PT. Aman Mineral Nusa Tenggara(AMNT) sebagai perusahaan Tambang wajib membangun Smelter sesuai dengan UU no IV tahun 2009 tentang Minner Bank.

"Kalau selama ini dieranya PT. New Mount boleh mengekspor bahan tambang mentah keluar, sekarang tidak dibolehkan lagi. Harus diolah didalam negri dengan membangun Smelter", jelasnya.

Ridwan Syah yang menjabat Kepala BAPPEDA NTB sejak 2016 lalu tersebut juga menuturkan bahwa rapat yang digelar tadi adalah rapat tim percepatan pembangunan Smelter yang telah diSk kan Gubernur.

"Menurut Gubernur, sambung Ridwansyah,  pembangunan Smelter tersebut sangat penting dan strategis. Oleh karena itu perlu membentuk tim yang terdiri dari sinergi antara  Pemprov dengan Pemda KSB, kementrian lembaga yang ada, serta PT. AMNT. Smelter tersebut menurut UU dan peraturan ikutannya paling lambat harus beroperasi tahun 2022. Artinya harus segera dibangun dan selesai tahun 2021, dengan lokasi di kecamatan Maluk KSB.

 

Baca Juga :


Awalnya luas lahan yang sudah mendapat ijin adalah 94 ha. Namun kemudian hari muncul keinginan membangun kawasan industry yang lokasinya berdekatan dengan lokasi rencana pembangunan Smelter tersebut.
Selain membahas pembangunan Smelter juga membahas industri turunannya pada lahan seluas 850 ha, pacarnya itu.

Lebih jauh Ridwan Syah juga membeberkan sejumlah manfaat yang diperoleh pemerintah saat hasil tambang dikelola ditempat adalah munculnya bahan bahan ikutan dari penambangan tersebut yang bisa dimanfaatkan. Bahan ikutan tersebut seperti asam sulfat sebagai bahan pabrikasi pupuk pasir, debu dan lainnya. Selain itu dapat juga membangun pabrik semen dengan ketersediaan bahan baku. Pabrik kabel dan alat elektronik sebagai industri ikutan seperti di daerah lainnya.

Menurutnya kalau bahan tambang tersebut dikelola diluar daerah, adalah kerugian bagi daerah. Ketika pabrik pabrik industri ikutan tersebut dibangun di daerah, maka pemerintah daerah dapat mempersembahkan ribuan lapangan kerja untuk masyarakat serta ikutnya terbangun potensi potensi lainnya. Terbangunnya kota industri di Smelter tersebut tentu membutuhkan fasilitas pendukung lainnya yang juga akan merubah pola pikir masyarakat menjadi lebih kompetitif dan produktif, jelasnya.(Nanang)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan