logoblog

Cari

Pemda KSB Launching Kartu BPNT Digital.

Pemda KSB Launching Kartu BPNT Digital.

Sumbawa Barat. Diskominfo-Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah program bantuan masyarakat miskin yang diberikan dari pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Ekonomi

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
06 Desember, 2018 20:48:50
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 1870 Kali

Sumbawa Barat. Diskominfo-Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah program bantuan masyarakat miskin yang diberikan dari pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun Elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan (beras dan telur) di e-Warong KUBE PKH/pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank Himbara dalam hal ini Bank BRI. Demikian yang disampaikan Tim Koordinasi BPNT KSB, Manurung, S.Pd., pada acara launching BPNT di Taman Tiangnam, Kamis (6/12).

Dijelaskan Manurung bantuan Non tunai tersebut adalah transformasi dari dua program sebelumnya yakni Bantuan Beras Miskin (Raskin) dan Bantuan Beras Sejahtera (Ranstra) dengan tujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran dan waktu penyaluran bantuan sosial.

Pada bantuan Raskin, para KPM menerima beras masing-masing 15 kg/KPM dan ada biaya tebus untuk mengambil beras tersebut yakni Rp1.600 perkilo, jadi total yang harus dibayar untuk 15 kg beras adalah Rp24 ribu/bulan. Setelah dievaluasi oleh pemerintah maka program Raskin ditransformasi menjadi Ranstra, pada program tersebut KPM hanya menerima beras 10 kg/bulan tetapi  dibebaskan dari biaya tebus, bahkan dari Bulog sendiri mengantarkan hingga lokasi pendistribusian.

 Setelah dua kali transformasi tetapi masih ditemukan permasalahan di lapangan seperti tidak tepat sasaran dan pembagian tidak merata. Sehingga pemerintah mentranformasikannya lagi menjadi BPNT dengan metode digital yang mudah dikontrol.

“Dari Program ini masyarakat miskin tidak lagi menerima beras, melainkan mereka memiliki kartu yang akan digunakan untuk belanja di sekitar 42 lokasi e-warong yang tersebar di seluruh KSB.” Tutur Manurung.

Lebih jauh Manurung merincikan, jumlah KPM penerima bantuan dana non tunai ini  sesuai keputusan Menteri Sosial RI nomor 144 2018 tgl 31 Oktober tentang penetapan jumlah keluarga penerima manfaat untuk KSB yakni sejumlah 10.485 keluarga penerima manfaat.

Program BPNT ini hanya bisa menukar beras dan telur, tiap bulan para KPM akan menerima dana non tunai sebesar Rp110 ribu. Dana tersebut harus dibelanjakan tiap bulan nya, jika terbukti dana tersebut tidak digunakan maka akan dikembalikan lagi ke kas negara.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Sekretariat Daerah, H. Abdul Azis,. S.H.,M.H mengajak para KPM untuk tetap bersabar dan benar-benar memanfaatkan program ini dengan baik sehingga tujuan utama pemerintah mensejahterakan masyarakat akan terwujud.

Menurut Sekda, program ini juga selain membantu warga miskin juga mempunyai manfaat bagi para pengusaha dan pedagang untuk memanfaatkan peluang tersebut. “Dengan transpormasi ini para pengusaha harus bisa melihat peluang, dari peluang tersebut nantinya akan membuat ekonomi masyarakat juga meningkat.” Katanya.

Kita harus bersyukur ini program pemerintah ini, walaupun telah ditransformasi berkali-kali tetapi ini semua dihajatkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang miskin atau keluarga penerima manfaat tarsebut.

“Ini salah satu program mensejahterakan masyarakat yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.” Tambah Sekda. (Feryal/tifa. dok. Rangga)

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan