logoblog

Cari

Usaha Kerupuk Kulit

Usaha Kerupuk Kulit

(24/10/2018).Setelah libur beberapa hari jelang maulid Nabi Muhammad SAW, kini usaha kerupuk kulit milik Bintan Hawin asal Kampung Karang Buaya mulai

Ekonomi

Kampung Media Karaya
Oleh Kampung Media Karaya
24 November, 2018 21:29:11
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 15164 Kali

(24/10/2018).Setelah libur beberapa hari jelang maulid Nabi Muhammad SAW, kini usaha kerupuk kulit milik Bintan Hawin asal Kampung Karang Buaya mulai beroperasi lagi. Banyaknya permintaan membuatnya harus menambah volume kerupuk kulit yang harus digoreng.

Hawin mengaku, banyaknya permintaan dari pelanggan karna pengakuan dari pelanggan sendiri yang menyampaikan kepadanya bahwa kerupuk hasil produksinya sangat beda dengan pengusaha kerupuk yang ada di kampung karang buaya. Selain bentuk kerupuknya yang sedikit panjang,rasa garamnya terasa dan renyah sehingga banyak pembeli dipasar yang mencari kerupuk hasil produksi miliknya.

Kata Hawin, para pelanggan mengambil kerupuk ada yang 3Kg sampai 35kg bahkan ada yang minta tambah lagi, namun dirinya tidak menuruti permintaan para pelanggan mengingat usaha kerupuk kulit cukup rumit dan belum memilki karyawan tetap untuk membantunya. Kerupuk kulit digoreng pada malam hari dan para pelanggan akan datang ,selain bayar cash ditempat dan ada juga yang bayar setelah kerupuk habis.

Sambung Hawin, jenis kerupuk yang dijual ada 2 macam , pertama Kerupuk kulit yang setengah matang dan Kerupuk Kulit yang sudah digoreng. Untuk 1 Kg kerupuk yang setengah matang dijual dengan harga Rp. 110.000 sedangkan yang sudah digoreng dijual dengan harga Rp.65.000 sampai 70.000 per kilogram.

Kenapa lebih mahal yang setengah matang?, Kata Hawin, kerupuk yang setengah matang atauTerbakan (Bahasa sasak) akan tahan lebih lama dan jika digoreng ukurannya lebih dari 1 Kg dibanding membeli yang sudah digoreng.

 

Baca Juga :


Hawin memaparkan, puluhan tahun yang lalu saat masih muda selalu membantu orang tuanya usaha kerupuk kulit dan sejak dirinya meneruskan usaha kerupuk kulit ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah walaupun itu hanya sekedar dana bantuan atau alat pemotong kulit. Walaupun suaminya seorang staff PNS disalah satu kantor pemerintahan namun itu tidak cukup untuk menambah modal usaha belum lagi ditambah dengan 6 orang anak yakni 5 cewek dan 1 cowok.

Alhamdulillah, sambung Hawin, berkat sabar dan usaha kerasnya, 5 anaknya telah selesai sampai ke perguruan tinggi dan 1 orang hanya tingkat SMA. 5 anaknya sudah kawin dan telah memilki 8 cucu.

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan