logoblog

Cari

Dari Sampah Menuai Berkah

Dari Sampah Menuai Berkah

Sumbawa Barat. Diskominfo – Pagi itu, Rabu (21/11) di lapangan Alun-alun Kota Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terlihat beberapa orang petugas

Ekonomi

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
21 November, 2018 20:53:21
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 8993 Kali

Sumbawa Barat. Diskominfo – Pagi itu, Rabu (21/11) di lapangan Alun-alun Kota Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terlihat beberapa orang petugas kebersihan yang membersihkan sampah plastik bekas, diantara para petugas kebersihan terlihat satu sosok laki-laki yang juga ikut memungut beberapa gelas plastik bekas sambil memasukkannya ke dalam sebuah kantong plastik.

Adalah Jamaluddin, Ketua Rt 02 Rw 08 Kelurahan Menala, memilih sampah plastik pada pagi yang masih berembun itu untuk digunakannya membuat kerajinan tangan sederhana. Selain mengurusi tiga orang anak dan warganya, sehari-hari Jamaluddin juga mempunyai karya kerajinan tangan yang bisa dibilang sangat baik, Jamaluddin membuat kerajinan tangan dengan bahan gelas plastik bekas yang dikumpulkannya, Ia membuat beberapa kerajinan dibantu oleh anak Sulungnya yakni Ria. Ria sangat telaten dalam membuat sebuah kerajinan dengan inovasi-inovasi baru, dengan bahan seadanya dan modal yang tidak banyak.

Oleh karena hasil kerajinan tangannya yang bagus dan unik, beberapa produk telah dipromosikan pada acara resmi PKK kecamatan di KSB. Tak jarang karyanya banyak dicontohi oleh beberapa orang pengrajin lokal KSB.

Kerajinan seperti ini memang membutuhkan sebuah wadah untuk menampung hasil kerajinan tersebut sehingga bisa bermanfaat dan dijual menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis yang menambah pendapatan dan membuka sedikit lapangan kerja.

Menurut Jamaluddin, kerajinan dari bahan plastik bekas juga akan menekan angka numpuknya sampah plastik yang sulit didaur ulang dan mencemari lingkungan.

Untuk satu kerajinan tangan yang dibuat oleh Ria dan pak Jamal membutuhkan waktu sekitar 3 hari tergantung dari ketersediaan bahan bakunya. Jenis produk hasil dari kerajinan pak Jamal antara lain piring yang dirakit dari gelas plastik, keranjang ikan, keranjang buah, lampu hias dan lampu lampion. Semua kerajinan tersebut dibuat dengan modal yang seadanya.

“Anak saya ria ini sangat telaten membuat berbagai macam kerajinan dari plastik, hanya saja kami kesulitan dalam modal untuk membeli bahan baku serta kesulitan untuk mempromosikan dan memasarkannya.” Tutur Jamaluddin.

Hambatan mempromosikan dan memasarankan hasil produksi tersebut, lanjut Jamaluddin, membuat Ia tak bisa memproduksi kerajinan tangannya dalam jumlah besar, sehingga kerajinan yang Ia buat hanya sebatas untuk koleksi saja. Harga yang dibanderol untuk satu kerajinan tangan dijual sekitar Rp20 - 50 ribuan tergantung dari besar kecilnya kerajinan.

 

Baca Juga :


“saya berharap nantinya pemerintah bisa memperhatikan kami sehingga ini akan menjadi sumber pendapatan tambahan buat kami.” Harap Jamal.

Dalam menampung produk para pengrajin yang mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup telah membentuk Tim atau komunitas pengolah sampah sehingga kedepannya dari komunitas ini akan memunculkan produk-produk yang berharga.

Kabid Kebersiahan Dinas Lingkungan Hidup KSB, Dedy Damhudy M. Khatim, S.P., M.Si., saat ditemui diruang kerjanya pada Rabu (21/11/2018) mengatakan bahwa pihaknya telah mengikuti pertemuan di Balai Perhutanan Sosial Kemitraan Lingkungan (BPS-KL) wilayah NTB, Bali, dan Jawa yang dihadiri oleh pelaku, pengelola dan Pengurus Bank Sampah Mandiri Mataram, Ibu Siti Aisyah beberapa waktu lalu di Mataram.

“Kegiatan yang kami ikuti tersebut bertujuan memperkaya ilmu, memperkuat wawasan kami dalam memandang sampah ini merubah menjadi bahan yang bernilai ekonomis”. Tutur Dedy.

Kedepannya DLH akan mendata para pengumpul dan pengolah sampah ini sehingga nanti produk-produk yang dihasilkan dari para pengrajin sampah seperti pak Jamal bisa dipromosikan dan dipasarkan di NTB, Nasional dan Internasional, pastinya dengan kemasan yang baik.

“DLH juga akan mencoba mempromosikan produk-produk tersebut di toko oleh-oleh khas sumbawa yang berlokasi di KTC, sehingga ini akan menjadi salah satu sumber pendapatan dan bisnis yang menjanjikan”. Kata Dedy. Terkait masalah pemasaran produk ini, tambah Dedy, para pengerajin harus memiliki produk minimal 100 unit kerajinan dengan kemasan yang baik agar dapat dipromosikan hingga luar negeri. Diskominfo KSB/feryal/tifa.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan