logoblog

Cari

Geliat Pedagang di TNI Marathon Internasional Mandalika.

 Geliat Pedagang di TNI Marathon Internasional Mandalika.

Sejumlah pedagang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika saat pelaksanaan lomba lari TNI Maraton Internasional (TIM) 2018 dihelat, memperoleh keuntungan lebih

Ekonomi

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
04 November, 2018 20:28:56
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 2754 Kali

Sejumlah pedagang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika saat pelaksanaan lomba lari TNI Maraton Internasional (TIM) 2018 dihelat, memperoleh keuntungan lebih banyak dari hari biasanya.

Puluhan masyarakat antri dan bergantian menikmati dagangan es kelapa dan lapak yang menjual nasi di pinggir trotoar rute lomba lari TMI.

Penjual es kelapa asal Kuta Mandalika Lombok Tengah , Dedy (27) mengaku bahwa dari dulu berjualan es kelapa disekitar kawasan pantai Kuta. "Saya berjualan disekitar pantai sejak dulu," terang Dedy, Minggu (4/11).

Sejak persiapan pelaksanaan Lomba Lari TIM, penjualan es kelapanya meningkat dibanding hari-hari biasa. Dedy di bantu Heru menjual es kelapa Rp. 5.000, segelas.

"Pasca gempa jualan kami sepi, nami beberapa bulan kemudian mulai rame,kalau hari biasa sehari bisa meraup keuntungan Rp.200.000," kata Dedy.

Pelaksanaan TIM 2018, membawah berkah bagi Dedy, selama 3 hari ini jualannya laku keras. Bahkan pada puncak pelaksanaan TIM es kelapa jualannya ludes.

"Lumayan Mas, sampai dengan siang ini kami bisa mengumpulkan Rp.1.000.000, bahkan kelapa kami harus mengambil digudang yang telah disediakan untuk acara ini," ungkapnya.

Kemudia lanjut Dedy, bahan baku penjualan ea kelapa, seperti Es batu, gula, sirup dan jeruk nipis kami belanja di pasar, kelapa tersedia di kebun sekitar pantai.

Hal yang sama diungkapkan Nur (32) pemilik lapak terop yang penjual nasi dan menyediakan dagangan lainnya, mengaku jualannya selama TIM ramai.

"Ramai dagangan kami hari ini pak, kebetulan ada lomba lari yang dilaksanakan bapak-bapak TNI ini,"

Pengunjung dan bahkan peserta TIM terlihat ikut menikmati nasi campur dagangan Nur yang disuguhi sejak pagi.

 

Baca Juga :


"Nasi campur ada yang porsi Rp 7.000, 10.000 dan sampai Rp. 20.000, tergantung pesanan orang mas," jelas Nur sambil melayani pembelinya.

Rangkian kegiatan TIM sejak, Senin(29/10) yang lalu, kawasan pantai Kuta  mulai dipadati masyarakat, baik itu panitia dari TNI maupun peserta lomba lari TIM.

"Sehari ini saya memperoleh kurang lebih Rp.1 juta dari penjualan nasi, mie rebus, rokok, air minum, tapi belum semuanya saya hitung," ungkap Nur.

Penjual sofenir, Yani (23) yang menjual gelang yang terbuat dari kayu-kayuan, kalung, shal kain tenun mengaku barang dagangannya ramai dibeli.

"Dibanding hari-hari biasa lebih rame mas, kalau gelang kita jual Rp. 10.000,- hanya laku 4-5 buah, namun dari kemarin bisa sampai 50 buah dibeli," diakui yani sambil menawarkan gelang .

Pedagang yang berjualan di lapak yang disediakan ITC sekitaran parkiran Masjid juga ramai dikunjungi. Penjual buah-buahan Sumaini (27), awalnya dulu jualan kawasan pantai.

"Namun sejak mulai ada TIM pedagang-pedagang direlokasi di tempat lapak PKL khusus disediakan pengelola ITDC dan panitia TIM,"kata wanita asal desa Kuta. 

Walaupun direlokasi pendapatan Sumsini cenderung stabil, biasa dapat Rp. 400-500 sehari, tapi pindah tempat baru agak jauh dari pantai tetap laku dan bahkan jualannya laku karena ramai, saya bisa dapat Rp.600 ribu sehari tempat sebelumnya. 

Kehidupan ekonomi dan pariwisata di KEK Mandalika mulai ramai kembali, walaupun dampak akibat gempa bumi yang lalu tidak  berakibat kerusakan.

Pelaksanaan TIM 2018, ternyata membawa dampak positif bagi pedagang. Sesuai visi kegiatan ini 
membangkitkan semangat  kembali Lombok beserta masyarakatnya. (Edy).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan