logoblog

Cari

Tutup Iklan

Program Wirausaha Perempuan Bank Indonesia (WPBI) Provinsi NTB

Program Wirausaha Perempuan Bank Indonesia (WPBI) Provinsi NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi pengirim TKI terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statstik pada tahun

Ekonomi

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
12 Oktober, 2018 08:41:52
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 3927 Kali

Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi pengirim TKI terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statstik pada tahun 2014, jumlah Tenaga Kerja Wanita (TKW) resmi asal Provinsi NTB sebanyak 9.968 orang. Tingginya animo masyarakat untuk menjadi TKW tersebut, salah satunya diperkirakan disebabkan oleh sulitnya mendapatkan pekerjaan maupun keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk memulai menjalankan usaha.

Mempertimbangkan hal tersebut, dalam rangka mendukung pengembangan kapasitas wirausaha perempuan serta mendorong kaum perempuan menjadi seorang wirausaha unggulan, maka  Bank Indonesia menginisiasi pelaksanaan program pengembangan Wirausaha Perempuan Bank Indonesia (WPBI) Provinsi NTB (10/10). Program ini merupakan turunan dari program Bank Indonesia sebelumnya yaitu Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) yang bertujuan memberikan pendampingan kepada wirausaha unggulan untuk menanamkan mindset menjadi wirausaha yang professional dan memiliki manajemen perusahaan yang baik kepada peserta binaan.

Pada tahun 2010, Bank Indonesia telah berhasil memberikan pendampingan kepada 10 (sepuluh) orang wirausaha unggulan di Provinsi NTB sedangkan pada tahun ini, Bank Indonesia sedang memberikan pendampingan kepada 15 (lima belas) orang wirausaha, selanjutnya pada program WPBI, Bank Indonesia akan merekrut 20 (dua puluh) orang wirausaha perempuan yang akan dibina

Program WPBI terdiri dari 3 tahapan antara lain: seminar wirausaha, pendampingan/coaching dan boothcamp. Hari ini, Rabu, (10/10) Bank Indonesia melaksanakan tahapan pertama yaitu Seminar Pengembangan Wirausaha Perempuan Bank Indonesia Provinsi NTB yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi NTB- Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB-Achris Sarwani, serta Wakil Ketua V IWAPI- Hj. Donny Hardani.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Sitti Rohmi menyampaikan bahwa perempuan-perempuan di Provinsi NTB harus bisa menjadi perempuan yang berdaya. Pada dasarnya, perempuan memiliki kemampuan yang sangat luar biasa untuk bisa berkembang hanya saja kendala terbesar yang sering dihadapi adalah kurangnya kedisiplinan dan komitmen yang sungguh-sungguh dalam mewujudkan segala ide/ gagasan yang dimiliki serta kurangnya take action. Contohnya: banyak orang yang mengikuti seminar/pelatihan yang sama namun dari seluruh peserta, tidak semuanya sukses padahal materi maupun pembicaranya sama. Hal ini yang perlu kita renungkan dan menjadi bahan introspeksi diri agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selain itu, Ibu Wagub menyampaikan harapannya agar program ini dapat diadakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya dan jumlah peserta yang didampingi dapat terus bertambah.

Sejalan dengan Ibu Wagub, Hj. Donny mengungkapkan bahwa pengusaha perempuan memiliki kegigihan yang besar dalam menjalani usaha, namun yang perlu diperhatikan seorang wirausahawan khususnya perempuan adalah kemampuan melihat peluang, kelebihan kekurangan serta ancaman. Selain itu, disampaikan juga bahwa 60% pengusaha di Indonesia adalah perempuan sehingga perempuan memiliki kontribusi yang besar untuk turut serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Selanjutnya, Bpk. Achris menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini, sekaligus sebagai upaya dalam mendorong rekan-rekan UMKM untuk bangkit pasca terjadinya gempa bumi Lombok. Sudah saatnya kita semua bangkit dan kembali menata masa depan. Harapannya, seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan bijaksana dan sebaik-baiknya untuk membekali diri menjadi wirausaha yang unggul.

 

Baca Juga :


Harapan akan berkembangnya ekonomi NTB kedepan terus menguat, seiring dengan NTB yang ditetapkan sebagai destinasi wisata prioritas atau “Bali Baru”.Beragam destinasi wisata unggulan seperti KEK Mandalika, akan menjadi magnet untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta berbagai event skala internasional.

Hal tersebut membuka peluang bagi UMKM di NTB untuk berkembang sehingga program ini juga sebagai komitmen Bank Indonesia

untuk mempersiapkan UMKM NTB yang unggul sehingga siap bersaing di kancah global dan siap mengikuti berbagai event internasional sbg salah satu upaya utk memperkenalkan produk UMKM NTB.

Press Release No.20/17/PR/Mtr

 



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan