logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sukamulia Kampung Sayur

Sukamulia Kampung Sayur

KM. Sukamulia – Secara umum masyarakat Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur menggantungkan hidup mereka pada kegiatan agrarian.  Sejak

Ekonomi

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
24 September, 2018 22:55:12
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 2788 Kali

KM. Sukamulia – Secara umum masyarakat Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur menggantungkan hidup mereka pada kegiatan agrarian.  Sejak dulu, tanaman komoditi yang mereka budidayakan adalah Padi, Tembakau Hitam dan Cabai. Namun sejak tahun 2010, masyarakat Desa Pohgading Timur, khsusnya masyarakat Dusun Sukamulia mulai berinovasi dalam system pertanian dengan mengembangkan tanaman sayur dan sebab itulah kini Sukamulia disebut-sebut sebagai Kampung Sayur.

Dipandang dari aspek kegiatan ekonomi, masyarakat Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur merupakan masyarakat petani yang dimana sekitar 95% masyarakat Dusun Sukamulia bekerja sebagai petani. Masyarakat setempat mengembangkan sistim pertanian tradisional yang sejak nenek moyang mereka mengembangkan tanaman padi, tembakau dan cabai sebagai komoditi utama usaha pertanian mereka. Tanah pertanian masyarakat setempat bisa dikategorikan sangat subur sehingga mereka bercocok tanam sepanjang tahun dengan mengembangkan sistem tumpang sari.

Seringnya mengalami gagal panen dalam mengembangkan tanaman komoditi tersebut (padi, tembakau dan cabai) membuat masyarakat setempat mulai menginovasi sistim pertanian mereka dengan mengembangkan jenis tanaman yang berbeda. Sejak tahun 2010, masyarakat setempat mencoba mengembangkan tanaman sayur dengan pola tanam membaca pangsa pasar.

Semakin tahun, masyaraka setempat semakin banyak yang mengembangkan tanaman sayur di lahan pertanian mereka dan kini bisa dikatakan bahwa semua petani yang ada di Dusun Sukamulia mengembangkan budidaya tanaman sayur. Tanaman sayur yang mereka kembangkan adalah Teruwuk, Tomat, Paria, Kecipir (Kendokak), Mentimun, Kacang Panjang dan Terong.