logoblog

Cari

Peningkatan Produktivitas Koperasi Bidang Pangan

Peningkatan Produktivitas Koperasi Bidang Pangan

“Kondisi saat ini era persaingan tentu kita akan kalah, Eranya sekarang adalah era sinergitas, eranya berjejaring, apa kekuatan kita dan apa

Ekonomi

Asrobi Abdihi
Oleh Asrobi Abdihi
31 Juli, 2018 21:40:26
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 8177 Kali

“Kondisi saat ini era persaingan tentu kita akan kalah, Eranya sekarang adalah era sinergitas, eranya berjejaring, apa kekuatan kita dan apa kelemahan desain kita itu ada di jejaring , apa kelemahan dan kekuatan kita bisa ditutupi dan kelebihan kita bisa ditingkatkan, itu eranya sekarang. Naah koperasi ini adalah salah satu media untuk melakukan itu. Nanti didalam temu konsultasi ini kita akan mencari lebih detail membicarakanya, bagaimana kita, koperasi saling bejejaring bukan SMS lagi (seneng melihat orang susah) atau susah melihat koperasi senang atau beruntung, itu harus kita hilangkan, Bagaimana kita bersama-sama sebagai anggota koperasi, sebagai pengurus koperasi bisa maju bersama menguasai perekonomian diwilayah kita dalam hal ini di NTB. Itu tujuan pertemuan kita hari ini”. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran yang di wakili oleh Asdep Pertanian dan Perkebunan Kemenkop dan UKM RI Victoria Boru Simanungkalit tadi sore saat membuka “Temu Konsultasi Peningkatan Produktivitas Koperasi Di bidang Pangan” di Hotel Lombok Plaza Mataram, 31 Juli 2018.

Victoria Boru Simanungkalit berharap dengan pertemuan ini, koperasi dapat mengembangkan dan memperkuat usaha koperasi. Yang terpenting, Koperasi diharapkan dapat berperan kembali dalam pengadaaan pangan yang tentunya berdampak pada pendapatan koperasi dan peningkatan fungsi pelayanan koperasi untuk memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat sekitar.

Selain itu Victoria juga berharap, koperasi dapat memberi semangat dan mendorong Koperasi/KUD untuk menjalin kerjasama antar Koperasi, Koperasi/KUD dengan BULOG, PUSKUD, dan/atau stakeholders lainnya sesuai bidang usaha yang akan dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan anggota dan membantu pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dan mendukung terwujudnya Kemandirian Pangan sebagaimana amanat Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK.

Keinginan Pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut bisa dianggap sebagai mimpi belaka apabila kelembagaan petani seperti Koperasi tidak diperkuat sejak awal yang dapat meningkatan posisi tawar dan mampu menjembatani kepentingan petani dengan kalangan BUMN/swasta.

Kata Victoria, dulu koperasi maju, tapi dari hasil analisis bahwa kemajuan koperasi itu umumnya ada charity artinya koperasi tidak harus kerja keras, kenapa?, karna sarana disediakan pemerintah.

“ Sarana disediakan pemerintah, menteri datang dengan bawa koper berisi uang, koperasi bilang, kami butuh gudang langsung diserahkan, kami butuh pengeringan langsung diberikan, begitu juga bulog, segera serap pangan yang dihasilkan koperasi , bulog tidak menolak,koperasi dapet apa, langsung dapat fee, itu zaman dulu. Sekarang jangan harap itu tidak mungkin lagi terjadi, karna pemerintah sudah tidak bisa lagi memberikan kekhususan karna semua pelaku usaha harus hidup mulai dari mikro,kecil, menengah dan besar, jangan berfikir usaha besar harus mati, tidak. Usaha besar harus tetap hidup dan bidang usahanya tertentu, nah pemerintah sedang berupaya memebrkan penguatan kepada koperasi dan UKM supaya bisa bersaing dengan yang lain. Usaha mikro maik kelas jadi kecil, kecil jadi menengah dan menengah berharap besar”. kata Victoria

Sementara kadiskop UKM NTB H.lalu Saswadi menjelaskan terkait target pemerintah NTB dalam hal ini Dinas Koperasi UKM NTB menargetkan 500 koperasi syariah sampai bulan September 2018 akhir jabatan Gubernur NTB namun pada kenyataannya sampai hari ini tercatat koperasi syariah mencapai 329 unit.

“Padahal kita sudah memfasilitasi membantu untuk biaya notaris, temen-temen koperasi ini tidak mengeluarkan apapun, kita bantu juga badan hukumnya, kita kirim juga ke Kementerian koperasi dan UKM RI”. Jelas Saswadi

Yang kedua Sasawadi menjelaskan upaya yang kita lakukan yakni mengadakan sertifikasi dan diuji untuk dewan pengawas koperasi syariah sebanyak 92 orang lulus dari 100 orang yang diuji. Karna itu kata saswadi saat ini terpancing menoreh ke KUD karna pengelola dari KUD ini banyak yang senior, prasarana dan sarana juga ada.

 

Baca Juga :


Terkait dengan Temu Konsultasi ini Saswadi berharap akan mendapat informasi yang maksimal dan KUD ini bisa tumbuh dimasa reformasi ini.

Dalam Temu Konsultasi ini juga diadakan Penandatangan MoU antara beberapa KUD dengan BULOG Sub Divre antara lain KUD Setiajaya, KUD Fajar dan KUD Wajar yang disaksikan oleh Asdep Pertanian dan Perkebunan Kemenkop dan UKM RI Victoria Boru Simanungkalit dan Kepala Dinas KOperasi UKm NTB H.lalu Saswadi.

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk diskusi ini diikuti oleh 45 peserta dari unsur gerakan koperasi/KUD di bidang pangan yang tersebar di beberapa Kabupaten sentra padi seperti Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan lainnya. Narasumber dari Direktur Bisnis LPDB KUMKM, Kepala Perum BULOG Divre Nusa Tenggara Barat,Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat

 

 

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan