logoblog

Cari

Tutup Iklan

Harga Ayam Boiler dan Telur Naik, Ini Penjelasannya

Harga Ayam Boiler dan Telur Naik, Ini Penjelasannya

Pemantauan ke beberapa perternakan ayam petelur dan ayam potong (boiler) digelar Tim Satgas Pangan Provinsi NTB yang dipimpin oleh Kepala Dinas

Ekonomi

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
23 Juli, 2018 07:24:30
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 2754 Kali

Pemantauan ke beberapa perternakan ayam petelur dan ayam potong (boiler) digelar Tim Satgas Pangan Provinsi NTB yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si (19/7). Pemantuan ini juga diikuti oleh Plt. Kabid PDN Dinas Perdagangan Provinsi NTB Lalu Suparno, S.Sos., M.H., beserta staf, Kompol Ida Bagus Bhuana dari Satgas Pangan Polda NTB, Disdag Kota Mataram.

Untuk memastikan permasalahan yang benar-benar terjadi, pemantauan pun dilakukan. Pemantauan pertama di lokasi peternakan ayam petelur Kelompok Tani Nusa Indah Dusun Lekong  Dendek Dasan Tereng Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat milik Pak Sahri (Kadus). Menurut keterangan Ibu Hasidah (istri pemilik) bahwa ayam petelur saat ini tidak tersedia dalam jumlah banyak.

"Sedikit karena banyak ayam petelur yangmasuk masa afkir, sehingga hasil telur berkurang dari 500 butir per hari menjadi 100 butir per hari, harga jualnya Rp. 45.000,- per tray di tingkat peternak. Pakan ternak juga naik, disamping itu cuaca saat ini ekstrim sehingga banyak ayam yang mati. Itu kenapa harga telur jadi naik," jelas Ibu Hasidah.

Pemantauan juga dilakukan di lokasi peternakan mitra kerja dari UD. Bagus Unggas Jaya (BUJ), pemilik peternak Sadrah Ali alias Pak Bayu di Dusun Nyurlembang Daye Desa Nyurlembang Narmada Lombok Barat. Jumlah ayam potong (broiler) siap panen 4 hari lagi (usia panen 33 hari) yang dimiliki sebanyak 1.000 ekor. Saat ini harga bibit (DOC) naik dari Rp. 600.000,- per box (berisi 100 ekor) menjadi Rp. 900.000,- per box dan ketersediaan bibit juga sedikit. Harga ambil dari perusahaan mitra Rp. 18.000,- per Kg (sesuai kontrak, ditambah bonus apabila harga pasaran tinggi).

"Cuaca saat ini ekstrim, tapi ayam broiler kami yang mati cuma 23 ekor," tutur Pak Bayu.

Salah satu penyebab kenaikan harga karena libur panjang Lebaran 2018. Hal tersebut  mengakibatkan pabrik pakan dan penetasan bibit (DOC) lama tidak beroperasi  sehingga DOC langka dan harga naik.

 

Baca Juga :


Perusahaan ayam yang ada di Pulau Lombok sepakat tidak jualan dari hari Kamis tanggal 19 Juli 2018 s.d hari Minggu tanggal 22 Juli 2018, karena tidak ada ayam yang siap panen. Perusahaan mulai hari Senin, tanggal  23 Juli 2018 baru akan buka lagi, namun dengan harga tetap tinggi, karena stok masih terbatas.

"Kenaikan harga pakan juga mempengaruhi harga, tapi masih dikasi kebijakan oleh pemasok sehingga harga pakan tetap s.d akhir Juli 2018, baru akan naik terhitung tanggal 1 Agustus 2018," jelas Kadis  Perdagangan NTB dalam rilis yang diberikan.

Harga ayam boiler atau ras yang diklaim masih ada di tiga pasar pantauan terkini diantaranya, pasar mandalika Rp. 65.000.-/kg, pasar kebon roek Rp.  65.000.-/kg, pasar Pagesangan Rp.  75.000.-/kg. (tim media)



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan