logoblog

Cari

Mengenal Lombok, Mengenal Berugak

Mengenal Lombok, Mengenal Berugak

Mengenal Pulau Lombok berarti mengenal pula berugak. Hampir di setiap halaman rumah warga penduduk Lombok ditemukan sebuah bangunan kecil yang terbuat

Ekonomi

ANDI MULYAN
Oleh ANDI MULYAN
14 Juli, 2018 20:35:16
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 80376 Kali

Mengenal Pulau Lombok berarti mengenal pula berugak. Hampir di setiap halaman rumah warga penduduk Lombok ditemukan sebuah bangunan kecil yang terbuat dari bahan kayu. Bangunan kecil ini biasanya  berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang. Tampilannya pun unik dan klasik tanpa memakai dinding. Atapnya pun terkadang terbuat dari daun ilalang atau genteng.

Berugak bujur sangkar terdiri dari empat tiang dan berugak persegi panjang memiliki enam tiang.  Berugak bujur sangkar biasanya berukuran 2 x 1,5 meter sampai 2 x 2,5 meter. Sedangkan  berugak persegi panjang, ukurannya berkisar antara 3 x 6 meter sampai dengan 3 x 8 meter.

Dalam tradisi masyarakat Sasak di Lombok, berugak berperan sebagai tempat untuk menerima tamu kehormatan. Tak jarang pun juga berugak ini difungsikan sebagai tempat pertemuan atau musyawarah. Dalam aktifitas keseharian, pemilik rumah terkadang ditemukan makan bersama di ruang berugak, bahkan tempat ini juga sering difungsikan sebagai tempat sholat dan mengaji Al-Qur`an bagi anak-anak. Istirahat sambil bercenkerama dengan keluarga atau handai taulan adalah aktifitas warga masyarakat Lombok yang paling sering ditemukan di bangunan kecil ini.

Peran berugak yang sangat berarti di dalam kehidupan masyarakat Lombok membuat bangunan kecil yang berbahan kayu ini menjadi bagian dari budaya sasak yang sulit untuk dihilangkan. Bahkan di era golbalisasi yang serba canggih, berugak ini pun menjadi penghias pada bangunan-bangunan modern. Berbagai gedung kantoran di Lombok telah melibatkan kehadiran berugak di sudut-sudut halaman, bahkan gedung perhotelan dan rumah makan modern terpadu dengan berugak yang beratap daun ilalang sehingga bernuansa tradisional nan klasik.

Mengingat peran berugak cukup penting dalam kehidupan masyarakat, akhirnya dalam pangsa pasar, permintaan stok (berugak) mengalami peningkatan. Kenaikan permintaan tersebut bukan hanya dialami di wilayah pasar lokal atau daerah, namun di wilayah pasar luar daerah pun, seperti di Bali dan Sumbawa ikut ramai memesan berugak lombok. Menurut Adi (38 th), salah seorang pengusaha kayu nangka untuk kerangka berugak asal Bonder-Lombok Tengah mengatakan "Berugak Lombok bukan hanya laris di Lombok, tapi juga di Jawa, Jakarta, bahkan di Australia, dan India.”

Atas peningkatan permintaan berugak di pangsa pasar, sentra produksi berugak pun mengalami peningkatkan kinerja. “Banyaknya pesanan berugak dari berbagai daerah, seperti Bali, bahkan dari India, Australia, pengrajin-pengrajin di Taman Sari, Lombok Barat sangat sibuk,” ujar Adi menjelaskan kesibukan para pengrajin berugak yang ada di Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

 

Baca Juga :


Menurut Adi selaku pengusaha kayu nangka untuk kerangka berugak, "Produksi berugak yang dihasilkan di sentra kerajinan berugak mengikuti jumlah pesanan yang masuk. Kalau banyak pesanan, banyak juga karyawan yang harus dipekerjakan, karena tidak mungkin hanya dikerja dua atau tiga orang,” ujar Adi menceritakan tentang kesibukan para pengrajin berugak milik Haji Ichsan yang terletak di Taman Sari, Lombok Barat.

Adi lajut bicara, " Berugak yang banyak berjejer di sentra kerajinan, seperti di Lombok Barat sebenarnya sudah dipesan dan tinggal diantar ke pemiliknya. Khusus pemesan yang ada di Pulau Lombok, akan diantar ke rumah pemilknya. Tapi, pemesan yang ada di luar daerah, mereka sendiri yang harus tanggung biaya. Itu akan dikirim melalui ekspedisi, tapi nanti juga dirakit di rumah pemesan,’’ ujar Adi.

“Berugak yang akan dikirim keluar daerah itu dalam bentuk knock down, hal ini agar mudah di kemas dan di pasang kembali di rumah pemesan. Demikian juga dengan atapnya, mau genteng mau atap daun, kami siap membuatnya. Kayunya pun juga demikian, kalau pemesan mau kayu nangka oke, tapi kalau mau kayu jati juga oke,” ujar Adi yang selain jadi pengusaha kayu untuk kerangka berugak, juga banyak membantu pengriman barang pada pihak sentra kerajinan berugak yang ada di Lombok Barat.

Berugak bujur sangkar di Lombok biasanya dihargai antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta.  Sedangkan berugak persegi panjang atau yang berkaki enam, biasanya dihargai antara Rp 7,5 juta sampai Rp 10 juta.

Inilah ulasan ringkas tentang berugak yang merupakan salah satu wujud budaya  yang sangat mewarnai kehidupan suku Sasak yang ada di Lombok. Berugak yang tanpa dinding merupakan simbol keterbukaan pada suku Sasak yang ada di pulau ini. Berugak merupakan tempat mereka dalam melangsungkan berbagai aktifitas keseharian mereka, sehingga wujud benda ini sangat dipertahankan. Melihat peran berugak pada masyarakat Lombok yang penuh artii, sehingga mengundang sentra pengrajin untuk bekerja keras dalam melayani  kebutuhan konsumen , baik yang ada di Pulau Lombok, maupun dari luar daerah, bahkan dari luar nrgeri. Hal ini pula tentu suatu terjemahan bahawa meningkatnya jumlah konsumen terhadap  berugak lombok adalah mempengaruhi peningkatan ekonomi masyarakat.

 

 

 



 
ANDI MULYAN

ANDI MULYAN

Andi Mulyan, Tinggal di Kota Mataram Bintang : Aries Hobby : Musik Dangdut dan Menulis

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan