logoblog

Cari

Produksi Cendol Meningkat Selama Ramadhan

Produksi Cendol Meningkat Selama Ramadhan

Cendol adalah sejenis makanan yang dipakai untuk campuran membuat Es Campur, Es Dawet, Kolak dan lain sebagainya. Naah produksi cendol selama

Ekonomi

Kampung Media Karaya
Oleh Kampung Media Karaya
08 Juni, 2018 10:23:10
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 6630 Kali

Cendol adalah sejenis makanan yang dipakai untuk campuran membuat Es Campur, Es Dawet, Kolak dan lain sebagainya. Naah produksi cendol selama bulan puasa ini mengalami peningkatan cukup drastis bahkan permintaan terus meningkat selama bulan puasa. Produksi cendol akan mengalami penurunan cukup drastic setelah bulan suci ramadhan.

Salah seorang keluarga pemilik Usaha Cendol asal Presak Barat Kelurahan Pagutan Barat Kota Mataram Kadriah mengatakan pembuatan cendol sebelum bulan puasa menghabiskan tepuk kanji tidak lebih dari 50 kg namun sejak memasuki bulan puasa dan permintaan cukup banyak. Tepung tapioca atau tepung kanji dalam sehari membutuhkan 100 kg. Harga satu karung tepung tapioca isian 50 kg sebesar 525.000 rupiah sedangkan dalam sehari produksi cendol selama bulan puasa menghabiskan 2 karung atau 100 kg sehari dengan total harga sebesar 1juta 50 ribu rupiah.

100 kg kanji akan menjadi sekitar 50 bak cendol dengan 4 macam jenis warna yakni warna hijau,merah,kuning,putih, dimana isi satu bak berisi 150 bungkus sehingga total cendol yang dibungkus sekitar 7500 bungkus. Untuk harga pelanggan, 5 bungkus harganya 2000 sedangkan eceran 3 bungkus harganya 2000 rupiah.

Kadriah mengaku produksi cendol setiap tahun menjelang bulan suci ramadhan selalu mengalami penigkatan, kalau sudah selesai ramadhan volume produksi otomtias akan turun sendiri mengingkat permintaan juga menurun. Dan selama usaha cendol ini berlangsung Alhamdulillah tidak mengalami kelesuan karna bahan bakunya selalu tersedia dan permintaan selalu ada.

Kadriah memaparkan dulu sebelum tahun 2002 perwarna yang dipakai sejenis cap lumba-lumba yang mengandung rodamin B namun setelah di lakukan pengecekan dari Dinas Kesehatan Kota Mataram sebanyak 3 kali maka disarankan mengganti dengan menggunakan pewarna makanan sehingga sampai saat ini perwarna yang digunakan adalah pewarna makanan yang terbebas dari rodamin B yang menyebabkan kanker.

“Dulu sebelum memakai pewarna makanan, digunakan pewarna cap lumba-lumba atau biasa disebut Celub (Bahasa sasak). Celub saat dipakai warnanya akan terus menempel di tangan bahkan sampai 2 hingga 3 hari baru bisa hilang,namun setelah menggunakan perwarna makanan ini, warna yang menempel ditangan akan cepat hilang jika sudah dibasuh tanggannya menggunakan sabun”. Akui Kadriah

Kata Kadriah, selain pembuatan cendol jenis kotak kotak , juga di buat untal until sebagai produksi tambhan mengingat bahannya sama yakni Tepung Kanji, Tawas dan Perwarna makanan hanya saja bentuknya yang berbeda . Pembuatan cendol selama ini tidak pernah menggunakan bahan pengawet , namun yang di gunakan tawas agar cendol yang dihasilkan bisa mengembang dan awet.

Ditambahkn Kadriah selama bulan puasa karyawan yang membantu untuk memproduksi cendol dan Untal Until ini sebanyak 15 karyawan . dimana 15 karyawan ini mulai membungkus cendol usai sholat subuh sampai siang hari sekitar pukul 12 siang.

 

Baca Juga :


Untuk upah dalam satu bak isian 150 bungkus di bayar sebesar 5000 rupiah. Kendala yang dihadapi adalah jika terjadi pemadaman listrik pasalnya pompa air yang digunakan untuk mengambil air di sumur tidak dapat berfungsi, walaupun ada timba namun tidak maksimal mengingat banyaknya volume air yang dibutuhkan.

Kadriah menuturkan produksi Cendol yang digeluti puluhan tahun secara turun temurun oleh warga di wilayah Presak Barat Kelurahan Pagutan Barat Kota Mataram ini terdapat 4 lokasi produksi cendol yang tetap eksis sampai sekarang diantaranya di Ibu Zurni. Ibu Samiah,Haji Rim dan Ibu Maryah.

Terkait dengan perhatian atau bantuan dari pemerintah Kota Mataram, Kadriah mengaku selama puluhan tahun tahun usaha cendol tidak pernah adanya sentuhan atau bantuan yang di peroleh dari pemerintah, selama ini selalu mengandalkan sarana dan dana sendiri. []

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan