logoblog

Cari

Tutup Iklan

Panen Jagung Melimpah. Kendala Masih Dihadapi.

 Panen Jagung Melimpah. Kendala Masih Dihadapi.

  Sebulan terakhir ini, petani jagung di Desa Kokarlian Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat sedang melakukan panen besar-besaran dengan hasil yang

Ekonomi

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
09 Mei, 2018 21:09:19
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 5984 Kali

 

Sebulan terakhir ini, petani jagung di Desa Kokarlian Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat sedang melakukan panen besar-besaran dengan hasil yang menggembirakan, setiap petani bisa memperoleh hasil yang maksimal. Hasil tersebut silih berganti ditiap tahunnya tergantung kondisi dan cuaca. Namun pada tahun ini hasil panen tidak jauh berbeda dengan hasil panen pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu dalam satu hektar lahan menghasilkan kurang lebih enam sampai sembilan ton. Hal ini dikatakan oleh seorang petani jagung, Wayan Laba pada saat menimbang dan menjual hasil panennya di Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa barat, Rabu (9/5).

 

Hasil panen yang melimpah itu, tidak dibarengi dengan tawaran harga dari tengkulak yang jauh dibawah standar harga yang dipatok oleh Pemerintah Pusat yaitu Rp3.400,00 / kg seperti yang dilansir www.hargabulanini.com. Padahal, kualitas hasil panen tahun ini sangat bagus karena dipanen dalam kondisi cuaca panas.

 

Sementara itu pada tempat yang berbeda, Ketua Rt. 10 Dusun Samarekat Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano KSB, Nyoman Mutra, yang sekaligus menjadi ketua Kelompok Tani Yatni Sari Dua memaparkan, berbagai macam kendala yang dihadapi petani antara lain ketersediaan pupuk dan bibit. "Kendala yang dihadapi oleh petani adalah ketersediaan pupuk yang cukup sulit didapat, serta ketersediaan bibit jagung berkualitas yang memadai." ucapnya.

 

 

Baca Juga :


Selanjutnya Nyoman juga mengungkapkan, jumlah petani aktif yang ada di Dusun Samarekat Desa Kokarlian ini, kurang lebih 119 orang ditambah petani pasif yang jumlahnya tidak terhitung. Penjualan hasil panen jagung di Desa ini, dijual kepada perusahaan-perusahaan penyedia pakan ternak dan bahan makanan olahan lainnya yang ada di Pulau Lombok, Bali dan Pulau jawa yang diangkut menggunakan truk, dalam satu truk dapat mengangkut 30 hingga 40 ton jagung, tergantung ukuran truk. Jagung hibrida ini mempunyai macam-macam jenis seperti yang sering digunakan oleh petani pada umumnya.

 

Harga saat ini, terangnya, oleh tengkulak dipatok seharga Rp.3.100 / kg. Harga ini jelas belum setara dengan biaya produksi, harga pupuk, obat-obatan, penggarapan lahan hingga biaya panen. Nyoman berharap kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat agar bisa menaikan harga jagung menjadi Rp3.500,00/kg hingga Rp3.700,00.

 

Sementara itu, petani jagung lainnya yang ada di Desa Kokarlian, I Ketut mengatakan, masih banyak kesulitan yang dihadapi oleh para petani dalam hal penyimpanan hasil produksi. "Selain jalan usaha tani yang belum layak pakai, lantai jemur yang belum memadai hanya disediakan oleh beberapa petani hingga tempat penyimpanan hasil panen yang minim, masih sangat dirasakan oleh petani. Saya berharap kepada Pemerintah Daerah untuk membuatkan lantai jemur dan tempat penyimpan hasil panen jagung, karena selama ini hasil panen jagung hanya disimpan di halaman rumah dengan tempat yang seadanya. Kominfo Sumbawa Barat/Feryal/tifa



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan