logoblog

Cari

Tutup Iklan

Vertikal Agro

Vertikal Agro

Vertikal Agro Oleh ; Agus Salim   20 Agustus 2017 Desa Pagutan Kecamatan Batukliang Lombok Tengah - Nusa Tenggara Barat Vertikal

Ekonomi

Agus Salim
Oleh Agus Salim
11 Januari, 2018 22:02:20
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 2987 Kali

Oleh ; Agus Salim

 

20 Agustus 2017 Desa Pagutan Kecamatan Batukliang

Lombok Tengah - Nusa Tenggara Barat

Vertikal Agro, adalah Revolusi sistem serta tata kelola pertanian yang ter-integrasi dengan pasar baik lokal, regional maupun global. Serta menghilangkan ketergantungan akan bahan, material serta keperluan produksi dari sistem kapitalisme yang selalu memposisikan petani hanya sebagai obyek atau pasar bagi industri atau produsen peralatan atau material pertanian baik dalam Negeri maupun luar Negeri.

Latar Belakang

  1. Berkurangnya lahan pertanian
  2. Berkurangnya tingkat kesuburan tanah atau rusaknya lahan pertanian akibat penggunaan pupuk serta obat obatan kimia secara berlebihan sehingga menyebabkan tinggkat residu tanah cukup tinggi.
  3. Berkurangnya Lapangan pekerjaan
  4. Indonesia dikenal sebagai Negara Agraris.
  5. Pemanfaatan Lahan terbatas / halaman rumah
  6. Pemanfaatan Material serta teknologi tepat guna.
  7. Pemanfaatan Limbah Pertanian/Perkebunan/Peternakan/Industri/Rumah Tangga
  8. Pemanfaatan Air Laut.

 

Tinjauan Permasalahan ;

  1. Petani terbebas dari harga beli/sewa lahan yg terbatas serta mahal
  2. Petani terbebas dari biaya produksi yg cukup besar dengan memanfaatkan material yg tersedia di lingkungan sekitar.
  3. Memaksimalkan Hasil Produksi baik Kualitas maupun kuantitas.
  4. Petani dapat mengikuti Trend Pasar

 

Tujuan ;

  1. Memaksimalkan Pemanfaatan Lahan
  2. Pemanfaatan Teknologi sederhana yg terjangkau oleh Masyarakat secara luas
  3. Menekan biaya Produksi petani.

 

Maksud ;

  1. Petani / peternak bekerja bukan berdasarkan kebiasaan melainkan berlandaskan ilmu pengetahuan
  2. Dengan maksimalnya hasil produksi harga bahan makanan dapat di jual dengan harga murah tanpa petani harus merugi.

 

Tinjauan Pustaka

1. Tinjauan Umum

Pertanian konvensional yang sangat ketergantungan dengan ketersediaan lahan serta pupuk kimia, serta pola tanam yang monoton serta di pengaruhi oleh iklim dan cuaca sehingga tidak dapat mengikuti trend pasar baik lokal maupun nasional. Serta pemanfaatan microba yg tersedia di lingkungan sekitar (MOL) serta sistem irigasi terkontrol.

Laut kita kenal hari ini hanya tempat rekreasi serta nelayan penangkap ikan, sementara dengan memanfaatkan kandungan mineral yang cukup besar pada air laut, dapat menghemat penggunaan pupuk bagi petani.

2. Landasan Teori

Prinsip kerja pertanian sangatlah sederhana, selama tanaman terpenuhi kebutuhan baik nutrisi serta kondisi alam yang mendukung maka hasil pertanian tersebut tentu akan maksimal.

 

Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan metode experimen

2. Variable

Penelitian ini terdiri dari 5 (lima) variable

  1. Jenis Tanaman
  2. Media Tanam
  3. Pengairan
  4. Pemupukan
  5. Pemanfaatan Lahan

Alat dan Bahan

 

Baca Juga :


Alat :

  1. Pipa PVC 4” - 6”
  2. Drum Plastik
  3. Pompa Air Electrik
  4. Pipa Vertigasi (PVC 0.5” – ¾”)
  5. Plastik UV
  6. Net Screen
  7. Sprayer

Bahan :

  1. Limbah Perkebunan
  2. Limbah Peternakan
  3. Limbah Industri
  4. Air Laut

 

  1. Lokasi dan Waktu

Lokasi ;

Desa Pagutan Kec.Batukliang dan Desa Sintung Kec.Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat

 

Waktu ;

Tanggal 20 Agustus 2017

 

Metode Penanaman

A. Pekerjaan Persiapan

1. Persiapan Lahan

2. Menyiapkan Bibit Unggul

  • Umbi
  • Biji (Bibit Botani)

3. Menyiapkan Pupuk/Nutrisi/Pestisida Organic (Exp.MOL)

4. Persiapan Media

5. Pembibitan / Persemaian

6. Media Tanam

 

B. Pembuatan Green House

  1. Pemasangan media tanam (PVC) di Lokasi Penanaman (Green House)
  2. Pembuatan Sarana Irigasi (Vertigasi)
  • Air
  • Nutrisi
  1. Pemeliharaan
  2. Panen
  3. Penangan Pasca Panen.

 

Vertikal Agro, memiliki keunggulan sebagai berikut ;

  1. Organik ramah lingkungan
  2. Meminimalisir akan kebutuhan lahan 50% hingga 94%
  3. Menekan Biaya Produksi 50% hingga 70%
  4. Memaksimalkan penyerapan Nutrisi atau kebutuhan bagi tanaman produksi.
  5. Tidak tergantung pada kondisi geografis maupun topografis lahan.
  6. Tidak tergantung dengan musim.
  7. Meningkatkan Kualitas Produksi.
  8. Meningkatkan Kuantitas Produksi.
  9. Mempercepat siklus Produksi.
  10. Pengendalian Produksi maupun Pasca Produksi secara maksimal.
  11. Me-minimalisir angka kegagalan dalam produksi.

 



 
Agus Salim

Agus Salim

Saya hanya seorang petani kampung yg tidak memiliki pendidikan formal cukup hanya lulus Sekolah Dasar

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan