logoblog

Cari

Tutup Iklan

NTB Ranking ke-8

NTB Ranking ke-8

Kemiskinan adalah musuh bagi semua orang (common enemy). Kata-kata itulah yang patut kita kaitkan dengan kiprah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB),

Ekonomi

ts parlan
Oleh ts parlan
03 Januari, 2018 11:26:59
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 1902 Kali

Kemiskinan adalah musuh bagi semua orang (common enemy). Kata-kata itulah yang patut kita kaitkan dengan kiprah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB),  Dr. TGH. M. Zainul Majdi, M.A. Di bawah kepemimpinannya, NTB mampu menekan jumlah angka kemiskinan.

Menurut Badan Pusat Statistik NTB bahwa jumlah penduduk miskin di NTB pada September 2017 mencapai 748,12 ribu orang (15,05 persen). Jika dilihat dalam periode Maret 2017 - September 2017, jumlah penduduk miskin berkurang 45,66 ribu orang (1,02 persen). Selama periode Maret 2017 - September 2017, secara absolut penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sekitar 18,49 ribu orang (dari 387,04 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 368,55 ribu orang pada September 2017). Sementara itu  di daerah perdesaan penduduk miskin juga berkurang sebanyak 27,16 ribu orang (dari 406,73 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 379,57 ribu orang pada September 2017).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 17,53 persen, turun menjadi 16,23 persen pada September 2017. Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 14,89 persen pada Maret 2017 menjadi 14,06 persen pada September 2017.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada September 2017, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,44 persen untuk perkotaan dan 75,73 persen untuk perdesaan.

Pada periode Maret 2017 - September 2017, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan maupun di perdesaan mengalami penurunan. Untuk perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari 3,590 pada Maret 2017 menjadi 3,001 pada September 2017. Untuk perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari 2,758 pada Maret 2017 menjadi 2,316 pada September 2017. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan cenderung mendekati Garis Kemiskinan.

 

Baca Juga :


Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan maupun perdesaan juga mengalami penurunan. Untuk perkotaan, Indeks Keparahan (P2) menurun dari 1,060 pada Maret 2017 menjadi 0,762 pada September 2017. Untuk perdesaan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun dari 0,679 pada Maret 2017 menjadi 0,522 pada September 2017. Dengan menurunnya P2 berarti kesenjangan di antara penduduk miskin di perkotaan maupun di perdesaan semakin berkurang.

Di bawah kepemimpinan TGB, NTB mampu meraih posisi penurunan ke-2 terbesar setelah Papua Barat, sehingga secara nasional posisi NTB berada di rangking ke-8.

Untuk menekan angka kemiskinan, gubernur dua periode ini  mengerakkan segala pontensi yang dimiliki oleh daerah. Mulai dari pengembangan sapi, jagung, rumput laut, penguatan BUMDes, penambahan jumlah desa wisata, pemetaan program ketahanan pangan, serta pemenuhan insfrastruktur dasar meliputi perumahan air bersih, dan sanitasi lingkungan. Program tersebut merupakan program strategis unggulan untuk percepatan pengentasan kemiskinan yang ada di daerah NTB. Dari sigi anggaran, Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan anggaran sekitar 1,7 triliun rupiah. Itu menandakan bahwa Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan TGB memiliki komitmen kuat untuk meloloskan diri dari jeratan kemiskinan.  (ham/lan dari berbagai sumber)



 
ts parlan

ts parlan

tinggal di mataram, menulis cerpen dan puisi.

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan